Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 19:09 WIB | Selasa, 21 Maret 2017

Yohana Yembise Minta Masyarakat Awasi Penculikan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Kabinet Kerja 2014 - 2019 Yohana Susana Yembise. (Foto: Dok.satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)  Yohana Yembise mengatakan masyarakat harus ikut mengawasi dan melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan terkait penculikan anak.

Hal ini terkait tentang kasus pedofilia yang terkuak melalui foto-foto dan video anak-anak yang menjadi korban di media sosial Facebook belum lama ini dan juga penjualan organ tubuh diberbagai wilayah Indonesia yang dilakukan oleh orang yang menyamar sebagai orang gila.

“Kita semua harus berkomitmen mengawasi kejahatan seperti ini. Saya mohon kepada masyarakat tolong melaporkan ke polisi, ke Kementerian PPA atau ke lembaga terkait jika melihat sesuatu yang mencurigakan," kata Yohana di Jakarta, hari Selasa (21/3).

Dia mengatakan pemerintah telah membuat regulasi untuk mencegah terjadinya hal tersebut, tetapi tanpa bantuan masyarakat maka kasus penculikan anak akan terus terjadi.

Dia juga mengatakan keluarga memiliki peranan yang penting untuk mengatasi segala persoalan yang datang.

Saat ini banyak terjadi masalah sosial berawal dari kegagalan atau ketidakberfungsian keluarga sehingga menimbulkan berbagai dampak sosial, ekonomi dan sebagainya.

“Keluarga yang baik adalah kunci masa depan negara yang baik," kata dia.

Sebelumnya kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengindikasikan semua pihak di Indonesia harus waspada terhadap pelaku kelainan mental dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah usia (pedofil), termasuk yang memanfaatkan media sosial di Internet.

“Indonesia masih ladang subur untuk pelaku pedofilia," kata Kepala Sub-Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roberto.

Ia mengungkapan kasus pedofil melalui akun Facebook Official Loly Candys 18+ sebagai tanda Indonesia menjadi sasaran pemangsa kekerasan seksual terhadap anak.

Roberto mengemukakan pengelola facebook itu terhubung dengan 11 grup kejahatan terhadap anak pada beberapa negara dengan jumlah anggota mencapai ribuan.

Berdasarkan penyidikan kepolisian terungkap terdapat 500 video dan 100 foto berkonten kekerasan terhadap anak pada akun grup Facebook itu. (Ant)

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home