Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 14:31 WIB | Kamis, 16 Juni 2016

BMKG Minta Warga Waspada Rob 19-23 Juni

Seorang petugas BPBD memperingatkan warga agar segera meninggalkan rumah yang terendam, di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jateng, hari Kamis (9/6). Ratusan rumah terendam di Kabupaten Cilacap akibat gelombang pasang setinggi lima meter, hingga menghancurkan tanggul penahan gelombang sepanjang 500 meter. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir rob yang diperkirakan akan terjadi pada 19-23 Juni 2016.

"Rob terjadi karena bertepatan dengan fase Bulan Purnama (Spring tide)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto di Jakarta, hari Kamis (16/6). 

Selain itu juga dipengaruhi adanya anomali positif tinggi muka laut di beberapa wilayah seperti Belawan dan Pantai utara Jawa.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi karena kondisi cuaca saat ini menunjukkan adanya indikasi peningkatan kecepatan angin timuran di sebagian besar wilayah perairan Indonesia.

"Selain itu adanya Pusat Tekanan Rendah di Laut Andaman dan di Samudera Hindia barat daya Lampung juga menjadi faktor pemicu tingginya gelombang laut sekitar Samudera Hindia barat Sumatera dan selatan Jawa," katanya 

Dia menjelaskan, indikasi peningkatan kecepatan angin tersebut terjadi di Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru dan Perairan selatan Jawa.

Potensi gelombang tinggi diprakirakan akan terjadi hingga dua hari ke depan dengan ketinggian 1.25 -2.5 m (Moderate Sea) di Selat Malaka bagian utara, Perairan Kepulauan Mentawai - Padang, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kai dan Aru, Laut Arafuru serta Laut Timor.

Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2.5-4.0 m (Rough Sea) di Perairan utara dan barat Aceh, Perairan Kepulauan Nias, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan serta Perairan selatan Jawa hingga NTT.

Sementara ketinggian gelombang 4.0- 6.0 m (Very Rough Sea) terjadi di Laut Andaman, Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Kepulauan Enggano Bengkulu, Samudera Hindia barat, Bengkulu hingga Lampung.

"Dengan kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi tersebut, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terutama masyarakat pesisir dan masyarakat pengguna moda transportasi laut," katanya. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home