Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 20:46 WIB | Jumat, 09 Desember 2016

LAI Akan Membuat Komunitas Alkitab Digital

Kepala Departemen Penyebaran dan Pemasaran LAI, Saefudin (paling kanan), Tim Kreatif Komunitas Satu Dalam Kasih, Joshua (kedua dari kanan), Anggota Departemen Penyebaran dan Pemasaran LAI, Laksono Pambudi, dan Ketua Pelaksana Komunitas Satu Dalam Kasih, Chandradi Halim dalam konferensi pers hari Jumat (9/12) di Gedung Pusat Alkitab LAI, Lantai 10, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat. (Foto: Prasasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Departemen Penyebaran dan Pemasaran LAI, Saefudin mengemukakan akan membuat Komunitas Alkitab Digital, setelah Alkitab Digital LAI diluncurkan pada awal 2017.

“Saat ini kami merencanakan membentuk komunitas Alkitab Digital. Komunitas ini adalah yang anggotanya pemuda gereja yang nanti akan mengirimkan konten-konten digital, konten-konten digital itu apa saja, bisa meme (gambar lucu) bisa video, dan narasi juga bisa,” kata Saefudin dalam konferensi pers setelah “Pengenalan Alkitab Digital LAI dan peresmian Komunitas Satu Dalam Kasih”, hari Jumat (9/12), di Gedung Pusat Alkitab LAI, Lantai 10, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan foto-foto yang diperoleh dari Komunitas Alkitab Digital nantinya akan dimasukkan di Alkitab Digital LAI yang baru. “Saat ini websitenya sudah ada, dan masih prototype,” kata Saefudin.

Anggota komunitas digital ini, kata dia, nantinya dapat mengunggah  konten ke dalam website Alkitab Digital LAI.

“Konten tersebut dapat disimpan di sana, ditampilkan dan banyak orang yang melihat, di sisi lain bisa share (berbagi) ke orang  lain,” kata dia.

Komunitas digital tersebut, kata dia, akan dilaksanakan di setiap gereja, dan setiap gereja memiliki koordinator sendiri. “Nantinya kami (Lembaga Alkitab Indonesia) akan berikan username dan password agar mereka dapat upload sehingga nantinya yang memfilter adalah gereja masing masing,” kata Saefudin.

Saefudin mengatakan selain Komunitas Alkitab Digital, LAI mengembangkan sebuah situs internet berisi pengetahuan tentang Kristiani yang disebut “Wiblika”.

“Nah ini juga bentuknya website, nah ini seperti wikipedia tetapi isinya konsep-konsep kekristenan, teologi dan Kristiani. Prototypenya sudah ada,” kata Saefudin.

Dia mengatakan saat ini LAI sudah menggalang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi Kristen, terutama fakultas informasi dan teknologi yang menyusun dalam teknologi situs, sementara itu konten disusun fakultas teologi.

“Nantinya LAI akan ditemani Lembaga Biblika Indonesia karena yang dijangkau tidak hanya Kristen namun juga Katolik,” kata dia.

Lembaga Biblika Indonesia (LBI) adalah sebuah badan yang, menurut Wikipedia, dipercaya Alkitab oleh Gereja Katolik Roma di Indonesia.

LAI saat ini, dalam kaitannya dengan Wiblika telah menyiapkan tim editor. “Barangkali setelah upload tidak bisa langsung publish karena harus melaui tim editor, editornya adalah dosen-dosen dari STT (Sekolah Tinggi Teologi), selain itu kami juga akan ada tim teknis,” kata dia.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home