Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 11:27 WIB | Sabtu, 15 April 2023

Pemain Sepak Bola Tunisia Bakar Diri, Protes Ketidakadilan oleh Polisi

Petugas polisi memblokir jalan selama protes terhadap perebutan kekuasaan oleh Presiden Tunisia Kais Saied, di Tunis, Tunisia 20 Maret 2022. (Foto: dok. Reuters)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM-Pemain sepak bola Tunisia, Nizar Issaoui, 35 tahun, meninggal akibat luka bakar setelah membakar dirinya awal pekan ini sebagai protes terhadap "ketidakadilan polisi," kata keluarganya pada hari Jumat (14/4).

Bentrokan meletus antara polisi dan pengunjuk rasa yang marah di Haffouz, kampung halaman Issaoui. Polisi menembakkan gas untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di depan markas polisi, kata saksi mata kepada Reuters.

Issaoui, mantan pemain tim papan atas US Monastir dan ayah dari empat anak, menerbitkan sebuah video di Facebook di mana dia mengatakan alasan protesnya adalah dituduh melakukan terorisme di Haffouz, Kairouan, Tunisia tengah.

Striker tersebut, yang merupakan pemain bebas dan bermain di liga amatir sebelum kematiannya, menderita luka bakar tingkat tiga dan dokter tidak dapat menyelamatkan nyawanya, kata saudaranya Ryad kepada wartawan.

Kementerian dalam negeri tidak segera tersedia untuk dimintai komentar.

Media lokal mengatakan bahwa Issaoui memutuskan untuk melakukan protes ekstremnya di luar kantor polisi setelah petugas menuduhnya melakukan "terorisme" ketika dia mengeluh tentang harga pisang.

Sebuah video selfie yang beredar di media sosial menunjukkan Issaoui berteriak: “Untuk perselisihan dengan seseorang yang menjual pisang seharga 10 dinar (setara Rp 45 ribu), saya dituduh melakukan terorisme di kantor polisi. Terorisme untuk pengaduan tentang pisang.”

Insiden itu mirip dengan yang melibatkan Mohamed Bouazizi, seorang pedagang kaki lima yang membakar dirinya pada 17 Desember 2010 di kota Sidi Bouzid setelah seorang polisi menyita gerobak buahnya.

Kematian Bouazizi memicu protes yang berakhir dengan penggulingan Ben Ali dan menginspirasi pemberontakan di tempat lain di Timur Tengah yang dikenal sebagai Revolusi Musim Semi Arab.

Protes besar dari keluarga pemain bola telah menyusul, dan sejumlah besar warga berkumpul di depan kantor polisi tempat insiden itu terjadi. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home