Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 18:37 WIB | Rabu, 02 Agustus 2023

Pemerintah Prioritaskan Produksi Gas untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyampaikan keterangannya selepas rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin, 31 Juli 2023. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah harus memprioritaskan suplai gas yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri lebih dahulu, dan kemudian juga memastikan bahwa operasionalnya efisien.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 31 Juli 2023, untuk membahas strategi besar pemerintah terkait gas bumi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, dalam keterangannya selepas rapat mengatakan bahwa pemerintah memprioritaskan suplai gas produksi dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

“Tentu saja kita harus memprioritaskan suplai gas yang kita produksi itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri lebih dahulu dan kemudian juga memastikan bahwa operasionalnya itu efisien sehingga kita bisa mendapatkan gas yang kompetitif untuk bisa mendukung berkembangnya industri-industri dalam negeri,” kata Menteri ESDM.

Dikatakan, pemerintah terus berupaya untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi gas secara besar, serta memanfaatkan potensi-potensi yang ada di dalam negeri. Hal tersebut diharapkan dapat menjaga keberadaan suplai gas untuk industri-industri dalam negeri.

Meskipun demikian, pemerintah tidak melakukan larangan ekspor komoditas gas. Kelebihan produksi di dalam negeri harus bisa dimanfaatkan sebagai pendapatan untuk pemerintah. “Jadi memang kalau kita produksinya banyak, di dalam negeri itu belum mampu menyerap, nah ini kan harus bisa kita manfaatkan sebagai pendapatan untuk pemerintah,” katanya.

Dijelaskan bahwa saat ini pasokan gas di dalam negeri masih mencukupi. Dari seluruh produksi gas dalam negeri, 67 persennya telah dipakai di dalam negeri. “Sisanya yang belum terserap ,inilah yang kita lakukan penjualan komersial, antara lain diekspor dalam bentuk LNG maupun gas pipa,” katanya.

Jokowi juga memberikan arahan agar jajarannya melakukan evaluasi terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi gas, dan diharapkan harga gas tersebut sesuai dengan biaya produksinya dan tetap kompetitif.

“Kita ingin juga menjadi negara yang kompetitif, terutama dengan kawasan-kawasan, negara-negara di ASEAN,” katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home