Loading...
DUNIA
Penulis: Equivalent Pangasi 11:55 WIB | Rabu, 19 Maret 2014

Pemimpin Gereja Antigay di Kansas Dikucilkan dan Sekarat

Fred Phelps dengan salah satu spanduk yang dipersiapkan untuk aksi protes di Topeka, Kansas. (Foto: AP)

KANSAS, SATUHARAPAN.COM – Fred Phelps Sr, pendiri sebuah gereja fanatik antigay di Amerika Serikat (AS) kini berada di ujung kematian. Pria yang pernah mencegah pemakaman anggota militer itu sebelumnya telah dikucilkan, demikian yang dilaporkan The Telegraph pada Selasa (18/3).

Anggota keluarga Phelps yang berbasis di Westboro Baptist Church di Kansas telah menjadi pemandangan yang menonjol ketika mengibarkan spanduk bertuliskan “Tuhan Membenci Homoseks” dan “Puji Tuhan untuk Tentara-tentara yang Mati” di luar pemakaman anggota militer yang terbunuh di Irak dan Afganistan.

Gereja itu menyatakan bahwa mereka yang terbunuh dalam perang Amerika dengan negara lain sedang dihukum atas kelonggaran Amerika dalam isu homoseksualitas. Selain itu, gereja itu juga memenangkan persidangan di Mahkamah Agung untuk dapat terus melanjutkan aksi protes mereka di bawah perlindungan konstitusional mengenai kebebasan berbicara.

Beberapa kelompok, termasuk veteran militer telah melakukan protes balik untuk memblokir spanduk-spanduk dan nyanyian anggota Westboro Baptist Church.

Namun salah satu anak Fred Phelps Sr, Nate Phelps mengatakan anggota gereja tersebut kini telah menolak kepemimpinan keluarga yang mendirikan komunitas itu pada 1955.

Nate yang telah meninggalkan Westboro sejak 37 tahun lalu mengatakan di Facebook bahwa ayahnya juga mengalami penderitaan yang sama akhir Agustus lalu. Ia kemudian menambahkan bahwa kesehatan ayahnya telah memburuk sejak ia berhenti makan dan minum.

Juru bicara gereja menolak memberi komentar atas pernyataan bahwa Phelps telah dikucilkan dari gerejanya sendiri.

“Kami tidak memiliki kepentingan apa pun dengan Anda untuk membicarakan hal itu. Kami tidak membicarakan urusan internal gereja kami dengan siapa pun,” David Sprain mengatakan pada Topeka Capitol-Journal.

Ditanyakan mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin gereja menggantikan Phelps, Sprain menjawab, “Gereja Yesus Kristus tidak memiliki kepala karena Tuhan Yesus Kristus adalah kepala kami.” (telegraph.co.uk)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home