Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 18:57 WIB | Jumat, 24 Januari 2020

Pendekatan Sistemik Dibutuhkan Kikis Intoleransi di Sekolah

Ilustrasi - Suasana belajar di SDN 2 Wayharu Kabupaten Pesisir Barat. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas mengatakan perlu mengikis intoleran di dalam dunia pendidikan membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan sistimatis kepada semua pihak termasuk tehadap para guru dan murid.

“Saya kira kita memerlukan pendekatan sistemik karena penyebarannya ini sudah terjadi sejak lama,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut dia, penyebaran intoletansi di dunia pendidikan pasca-reformasi ini masif dibandingkan sebelumnya. Hal ini mengingat kebebasan yang diberikan pasca-reformasi.

Ia meminta pemerintah agar tegas menindak sekolah yang diketahui menanamkan intoleransi untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Pemerintah selama ini kan tidak berani tegas, padahal hal seperti ini (intoleransi) tidak boleh sampai masuk ke ranah pendidikan dengan membawa-bawa agama atau politik lainnya.

Karena kalau hal itu diperbolehkan maka kita akan susah untuk mencari penyelesaiannya. Karena kalau agama ini dipakai menjadi kendaraan politik individu atau parpol atau kelompok tertentu di dalam dunia pendidikan, maka sikap-sikap intoleran itu akan tumbuh, terangnya.

Ia mengatakan, pemerintah harus berani untuk bertindak tegas seperti dengan melakukan monitoring secara serius, termasuk kurikulumnya dan juga cara guru-gurunya dalam memberikan pengajaran kepada muridnya.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk bersikap tegas jika ada sekolah yang terbukti cenderung mengajarkan eksklusivisme, misalnya seperti melakukan penutupan namun dengan tidak mengorbankan para siswa yang masih menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Jadi caranya, misalnya siswa yang sekolah di situ ya tetap dipertahankan sampai lulus, tidak langsung ditutup. Tetapi sekolah itu tidak boleh menerima siswa baru.

Jadi tidak ada yang dikorbankan. Atau ditampung di sekolah lain. Memang pasti dilematis karena pemerintah akan dihajar oleh berbagai pihak tetapi itu harus dilakukan, kata anggota Dewan Penasehat CBE (Center for the betterment of Education) itu. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home