Loading...
INDONESIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 21:22 WIB | Kamis, 07 Agustus 2014

Pengamat: Jokowi-JK Sebaiknya Hati-Hati Menyusun Kabinet

Jokowi bersama Jusuf Kalla saat melambaikan tangan kepada wartawan usai memberikan pidatonya. (Foto: Elvis Sendouw)

GORONTALO, SATUHARAPAN.COM – Pengamat politik dari Universitas Gorontalo (UG), La Husen Zuada mengatakan, pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sebaiknya berhati-hati dalam menyusun kabinet pemerintahan.

Menurut La Husen, Kamis (7/8), beberapa nama yang beredar dan diusulkan untuk mengisisi posisi atau jabatan dalam kabinet pemerintahan baru, belum memenuhi 9 kriteria yang disyaratkan Jokowi-JK.

Kriteria itu seperti bersih dari korupsi, tidak terlibat HAM dan profesionalitas.
Beberapa nama yang muncul ke permukaan atau wacana pengisian kabinet, diduga pernah bermasalah dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) maupun korupsi.

"Jika mereka dimasukkan maka akan memberi kesan Jokowi-JK sebagai pemimpin yang tidak konsisten," ujar La Husen.

Sebab lanjut La Husen, dibeberapa kesempataan saat pencapresan Jokowi-JK telah menyuarakan kelak jika terpilih akan mengusut kasus pelanggaran HAM dan menghadirkan pemerintahan yang bebas dari kasus korupsi.

Sebaliknya kata La Husen yang merupakan Direktur Center For Election and Political Party FISIP UG itu, tokoh seperti Dahlan Iskan, Ignatius Johan, Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, Andrinof Chaniago, Anies Baswedan, Laode Ida, Deny Indrayana dan Hugua perlu dipertimbangkan untuk masuk kabinet.

"Mereka adalah sosok inovatif, berprestasi, memiliki visi, pengalaman dan integritas," ujar La Husen.

Dari kalangan aktivis juga ada beberapa nama yang perlu dipertimbangkan untuk masuk kabinet seperti Chalid Muhamad, Erwin Usman, M. Ridha Saleh, Fajroel Rachman dan Zainal Arifin Mochtar. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home