Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 16:03 WIB | Kamis, 23 April 2020

Sosiolog dan Aktivis '66 Arief Budiman Meninggal Dunia

Prof Dr Arief Budiman. (Foto: islamlib.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Prof Dr Arief Budiman, sosiolog dan aktivis tahun 1966, meninggal dunia pada Kamis, 23 April 2020 pukul 11.40 di RS Ken Saras, Kabupaten Semarang, pada usia 79 tahun.

S Leila Chairani, istrinya, yang lebih dikenal dengan nama Leila Budiman, dalam pesan yang beredar melalui media sosial, mengatakan pemakaman dilangsungkan hari Kamis ini juga di Pemakaman Bancaan Salatiga. “Mengingat kondisi pembatasan social saat ini, kami mohon agar turut mendoakan almarhum dari rumah masing-masing,” demikian pesan Leila Budiman, yang pernah mengasuh rubrik Psikologi di Kompas Minggu.

“Mohon saudara, para sahabat, dan kenalan memaafkan semua kesalahan Pak Arief, Allah Yang Maha Penyayang mengampuni semua dosanya dan menerima amal ibadahnya, semoga almarhum husnul khatimah. Aamiin Yaa Robbal Alamin.”

“Tidak lupa atas nama keluarga, kami menyampaikan terima kasih atas segala doa, perhatian, dan cinta kasih dari saudara dan sahabat/teman untuk Pak Arief selama ini. Semoga Allah Yang Mahakuasa membalas dengan kebaikan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”

Arief Budiman meninggalkan dua anak, Adrian dan Santi, serta empat cucu.

Mengajar di UKSW Salatiga

Arief Budiman dilahirkan di Jakarta, 3 Januari 1939, dengan nama Soe Hok Djin. Ia, bersama adiknya, Soe Hok Gie (almarhum), adalah aktivis demonstran Angkatan ’66, ketika masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta.

Arief Budiman mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada 1985 – 1995, setelah meraih gelar PhD dalam bidang sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat. Ia kemudian mengajar sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia.

Ia banyak terlibat dalam bidang budaya di Indonesia. Mengutip Wikipedia, ia tercatat menjadi redaktur Majalah Horison (1966-1972), lalu sejak 1972 sampai 1922 ia menjadi anggota Dewan Penasihat majalah itu.

Ia menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1968-1971), dan pada kurun waktu yang sama menjadi anggota Badan Sensor Film.

Editor : Sotyati


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home