Loading...
SAINS
Penulis: Rewindinar 06:59 WIB | Sabtu, 29 Agustus 2020

Tidak Mau Pikun? Minum Kopi.

Secangkir kopi. (Foto ilustrasi: Ist)

SATUHARAPAN.COM-Pikun memang ciri khas yang mudah dilihat pada lansia. Tetapi pada sebagian orang, gangguan ingatan ini bisa terjadi lebih cepat dari sewajarnya. Untung ada cara mudah untuk menundanya. Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Wisconsin, Milwaukee, Amerika Serikat, konsumsi kafein pada orang-orang berusia 65 tahun ke atas dikaitkan dengan penurunan risiko demensia atau gangguan kognitif yang umumnya terjadi pada lansia.

Namun ini hanya berlaku untuk para wanita. Riset dilakukan terhadap 6.467 responden yang rata-rata telah memasuki masa menopause dan diminta melaporkan jumlah konsumsi kafeinnya, baik dari kopi, teh ataupun kola, termasuk frekuensi dan ukuran penyajiannya.

Ternyata dalam kurun waktu 10 tahun, 388 responden dilaporkan memiliki risiko demensia. Hanya saja dalam kurun yang sama, peneliti juga menemukan, wanita yang mengosumsi lebih dari 261 miligram kafein perhari mengalami penurunan risiko demensia 36 persen. Kafein 261 gram itu setara dengan 2-3 cangkir kopi.

"Memang tidak ada kaitan langsung, tetapi studi kami membuktikan kafein punya potensi untuk melindungi seseorang dari gangguan kognitif, dan kafein merupakan faktor pola makan yang mudah sekali dimodifikasi," kata ketua tim peneliti, Ira Driscoll seperti dilaporkan Washington Post.

Driscoll menambahkan, studi ini dianggap unik karena peneliti berkesempatan melakukan pengamatan terhadap partisipan dalam jumlah besar dan dalam kurun waktu yang panjang, yaitu 10 tahun. "Partisipan juga mengonsumsi kafein dalam ukuran beragam, ini memberi kami pandangan yang luas," imbuhnya.

Meski begitu riset lain mengungkap, manfaat ini tak lagi bisa diperoleh jika seseorang mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak sekaligus. Sejauh ini, pakar hanya menganjurkan konsumsi kopi sebanyak 1-2 cangkir saja dalam sehari.

Jika hal ini 'dilanggar', bukan tidak mungkin kebiasaan itu mampu memicu dampak negatif pada otak, utamanya gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment), yang merupakan gejala awal dari penyakit Alzheimer dan demensia.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home