Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 06:51 WIB | Jumat, 09 Oktober 2020

Tiga Anak Harimau Tertangkap Kamera Trap di TN Bukit Tiga Puluh

Salah satu foto dari kamera trap yang dipasang oleh tim pemantauan menunjukkan induk harimau bersama anaknya. (Foto: KLHK)

SATUHARAPAN.COM-Diketahui ada kelahiran tiga anak harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Kamera trap tim pemantau harimau Sumatera pekan lalu menangkap pergerakan seekor induk hariamau Sumatera dan tiga anaknya.

Petugas juga menemukan Kijang (Muntiacus muntjak) yang masih berdarah segar, dan diduga baru saja mati diburu harimau Sumatera.

Kepala Balai TN Bukit Tiga Puluh, Fifin Arfiana Jogasara, menyampaikan dalam keterangan tertulis adanya kelahiran harimau Sumatera itu yang menandakan kawasan konservasi ini masih baik untuk kelestarian satwa ikonik Sumatera. Menurut dia, pakan dan daya dukung habitat, menjadi faktor kunci keberhasilan peningkatan populasi Harimau Sumatera.

Harimau Sumatera merupakan salah satu spesies prioritas yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk ditingkatkan populasinya sebasar 10 persen pada kurun 2015-2019.

Pemantauan Harimau Sumatera diforkuskan di wilayah kerja Resort Talang Lakat, dan tahun 2020 area pemantauan diperluas sehingga pemasangan kamera trap dilaksanakan di setiap resort dengan mengambil lokasi yang diidentifikasi merupakan areal jelajah Harimau Sumatera.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Indra Exploitasia, mengatakan kelahiran anak Harimau Sumatera di habitat alam Bukit Tiga Puluh merupakan keberhasilan pemerintah Indonesia dalam melakukan peningkatan populasi spesies terancam punah.

TN Bukit Tigapuluh seluas 144.223 hektare ditunjuk tahun 1995 dan ditetapkan pada tahun 2002, merupakan ex 2 HPH. Taman Nasional yang berada di Riau dan Jambi ini juga merupakan tempat hidup Suku Talang Mamak di sembilan dusun, sebanyak 336 kepala keluarga yang kehidupannya masih sangat bergantung pada sumberdaya hutan.

Areal Kelola masyarakat ini pada tahun 2016 telah dimasukkan ke dalam Zona Tradisional (seluas 4.870 hektare), dengan tujuan untuk melindungi akses mereka memperoleh berbagai jenis hasil hutan bukan kayu. Mereka juga menjadi bagian dari mitra utama Balai TN Bukit Tigapuluh yang terus diberdayakan.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home