Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:00 WIB | Selasa, 05 April 2022

Tren Penurunan Tajam, COVID-19 di Indonesia pada Posisi Terkendali

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 4 April 2022, selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Pandemi COVID-19 dengan varian Omicron di Indonesia pada posisi terkendali, khususnya untuk wilayah Jawa-Bali. Ada penurunan yang sangat signifikan dalam semua aspek seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, hingga tingkat kematian di hampir seluruh provinsi Jawa-Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan itu di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 4 April 2022, selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Kondisi dan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia berada dalam kondisi yang terus membaik. Hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah indikator, antara lain kasus harian nasional yang menurun sangat tajam hingga 97 persen dibandingkan dari puncak kasus yang disebabkan oleh varian Omicron.

Selain itu, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83 persen dari puncak kasus yang lalu hingga sekarang ini berada di bawah 100.000 kasus aktif.

Indikasi lain adalah turunnya jumlah rawat inap rumah sakit hingga 85 persen. BOR (bed occupancy rate) rumah sakit saat ini yang hanya enam persen, hingga positivity rate di bawah standar WHO yakni empat persen. Jumlah orang meninggal pun turun tajam hingga 88 persen dibandingkan puncak kasus Omicron yang lalu, kata Luhut.

“Seluruh provinsi di Jawa-Bali hari ini mengalami penurunan kasus mulai dari 96 persen hingga 98 persen dibandingkan dengan puncak kasus Omicron beberapa waktu yang lalu.

Dampak dari menurunnya tren kasus dan seluruh aspek penyertanya secara langsung dapat memberikan dampak positif terhadap level asesmen kabupaten/kota yang keluar hari ini. Menurutnya, saat ini sudah tidak terdapat lagi kabupaten/kota yang berada pada asesmen level 4.

“Sebanyak 93 persen kabupaten kota di Jawa dan Bali sudah pada berada pada level 1 dan 2. Hanya tersisa sembilan kabupaten/kota yang masih di level 3.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa perbaikan juga terlihat pada daerah di luar Jawa-Bali. Secara nasional reproduksi kasus efektif terus membaik dalam satu pekan terakhir menjadi angkanya 1. Untuk di luar Jawa-Bali yang masih berada di atas 1 yakni Nusa Tenggara pada 1,01, Maluku pada 1,02, kemudian Papua 1,01, sedangkan sisanya sudah di level 1.

“Kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali 20 persen dari kasus harian nasional yang per 3 April ada 403 kasus dan kasus aktifnya adalah 37.672 atau 39 persen dari kasus nasional. Dari segi bed occupancy rate masih terkendali, di Papua walaupun kasusnya 12.066 BOR-nya  Sembilan persen, konversi 18 persen. Di Lampung 9.005 kasus, BOR-nya tujuh persen dan konversi 23 persen, Sumatera Barat 3.037 kasus BOR-nya delapan persen dan konversi 22 persen. Di NTB, walaupun kita melakukan kegiatan MotoGP tidak ada penaikan kasus signifikan dan NTB tetap di level 1,” jelasnya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home