Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 10:47 WIB | Rabu, 13 Mei 2020

UEA: Ditemukan Dua Strain dan 70 Mutasi Virus Corona

Gambar mikrograf elektron yang berwarna dari sel apoptotiki yang terinfeksi partikel virus corona. (Foto: dok. Al Arabiya/Reuters)

ABU DHABI, SATUHARAPAN.COM-Dua strain virus corona yang mematikan dan 70 mutasi berbeda telah ditemukan di Uni Emirat Arab (UEA),  kata juru bicara bidang ilmu pengetahuan negara itu, kata Dr. Alawi Ali al-Sheikh.

Di seluruh dunia, para peneliti telah mengidentifikasi total tiga jenis (strain) virus corona sejauh ini. Yang ditemukan di UEA termasuk strain utama (strain A), dan dua strain lainnya (B dan C) yang diturunkan darinya, katanya, hari Selasa (12/5) dikutip Al Arabiya.

Untuk menentukan jenis yang ada di UEA, para peneliti melakukan penelitian menggunakan temuan dari 49 pasien virus corona dan menganalisis urutan genetik lengkap pada 25 dari kasus awal yang terdeteksi di negara itu.

Berdasarkan 25 kasus, penelitian menemukan bahwa 24 memiliki strain B dari virus corona, kata al-Sheikh. Dia menambahkan bahwa sebagian besar kasus tersebut adalah pada individu yang telah melakukan perjalanan ke Eropa atau melakukan kontak dengan seseorang yang pernah terinfeksi.

Kasus lain, terdeteksi pada seorang turis dari China yang tiba dari kota Wuhan, pusat virus corona baru, menderita strain A, menurut al-Sheikh.

70 Mutasi

Temuan itu juga mengindikasikan adanya 70 mutasi berbeda dari virus di UEA, 17 di antaranya belum diidentifikasi dalam upaya mengurutkan virus, tambahnya.

"Ini adalah pencapaian bagi UEA di mana negara kami berkontribusi pada upaya komunitas ilmiah global untuk memahami COVID-19 dengan memberikan informasi ini ke basis data penelitian internasional untuk para ilmuwan dan peneliti," katanya.

Ketika seseorang terinfeksi virus apa pun, termasuk COVID-19, penyakit itu mengambil alih sel manusia dan mengubahnya menjadi “pabrik” yang menghasilkan jutaan virus baru, jelas al-Sheikh.

Perubahan kecil terjadi pada strain genetik virus di mana strain baru, atau varian genetik dikembangkan. "Ini normal, karena sebagian besar perubahan genetik ini tidak benar-benar mengubah sifat virus atau gejalanya," menurut al-Sheikh.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home