Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 07:53 WIB | Selasa, 09 Juni 2020

WHO Perbarui Pedoman Penggunaan Masker

Anak-anak yang mengenakan masker wajah terlihat di sebuah taman di Wuhan, kota China yang paling parah terkena wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Provinsi Hubei, China. (Foto; dok. Reuters)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman tentang penggunaan masker wajah selama pandemi virus corona, dan mendorong penggunaannya dalam situasi ramai di tempat-tempat di mana virus corona baru tersebar luas.

Ketika virus yang mematikan ini terus menyebar, WHO mengubah pendiriannya tentang siapa yang harus memakai masker, kapan harus dipakai dan terbuat dari apa.

"Pemerintah harus mendorong masyarakat umum untuk mengenakan masker di mana ada penyebaran yang meluas, dan jarak fisik sulit diterapkan, seperti pada angkutan umum, di toko-toko, atau di lingkungan terbatas atau lingkungan ramai lainnya," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Di daerah dengan penularan di masyarakat, kami menyarankan agar orang berusia 60 tahun atau lebih, atau mereka yang memiliki kondisi mendasar, harus mengenakan masker medis dalam situasi di mana jarak fisik tidak memungkinkan,” tambahnya.

WHO juga mengeluarkan pedoman baru tentang komposisi masker kain non-medis, dan menyarankan bahwa mereka harus terdiri dari setidaknya tiga lapisan bahan yang berbeda.

Tetapi Tedros menekankan bahwa masker hanyalah salah satu bagian dari strategi yang efektif untuk menekan penyebaran virus dan dapat membawa orang pada rasa aman yang salah.

Dia mengatakan masker bukan pengganti untuk jarak fisik dan kebersihan tangan. "Masker saja tidak akan melindungi Anda dari COVID-19," katanya dalam konferensi pers virtual, hari Jumat (5/6).

“Temukan, pisahkan, uji, dan rawat untuk setiap kasus, dan lacak serta karantina setiap kontak. Itu yang kita tahu cara yang bekerja (dalam mencegah COVID-19). Itu adalah pertahanan terbaik di setiap negara terhadap COVID-19," katanya.

Virus corona telah menginfeksi setidaknya 6,6 juta orang dan menewaskan lebih dari 390.000 orang sejak wabah pertama kali muncul di China Desember lalu, menurut penghitungan dari sumber resmi. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home