Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:13 WIB | Sabtu, 27 Februari 2021

WHO: Risiko Klinis Penularan Flu Burung H5N8 ke Manusia Rendah

Ayam. (Foto ilustrasi: dok. Ist.)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Risiko penyebaran virus H5N8 dari manusia ke manusia tampaknya rendah setelah diidentifikasi untuk pertama kalinya di seluruh dunia pada pekerja peternakan di Rusia, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Jumat (26/2).

Strain flu burung yang terpisah, H1N1, yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia di antara manusia membuat WHO mengumumkan pandemi influenza pada 2009-2010. Wabah itu ternyata ringan di antara manusia meskipun mematikan di antara unggas.

Rusia mendaftarkan kasus pertama dari jenis virus flu burung bernama influenza A (H5N8) yang ditularkan ke manusia dari unggas dan telah melaporkan masalah tersebut ke WHO, kata Anna Popova, kepala pengawas kesehatan konsumen Rospotrebnadzor, hari Sabtu.

Tujuh orang di Rusia ditemukan terinfeksi H5N8, tetapi semuanya asimtomatik menyusul wabah di peternakan unggas di selatan Oblast, wilayah Astrakhan, kata pernyataan WHO. Tejadi kematian pada 101.000 dari 900.000 ayam petelur di peternakan itu pada Desember lalu telah memicu penyelidikan, katanya.

"Semua kontak dekat dari kasus ini dipantau secara klinis, dan tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda penyakit klinis," katanya. "Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, risiko penularan dari manusia ke manusia tetap rendah."

WHO menyarankan untuk tidak melakukan pemeriksaan wisatawan khusus di titik masuk atau pembatasan perjalanan dan atau perdagangan dengan Federasi Rusia, tambahnya.

Wabah flu burung dari strain H5N8 dilaporkan tahun lalu pada unggas atau burung liar di Inggris, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Jerman, Hongaria, Irak, Jepang, Kazakhstan, Belanda, Polandia, Rumania dan Rusia, menurut WHO.

Pernyataan WHO mengatakan bahwa mengembangkan calon virus vaksin zoonosis influenza untuk penggunaan potensial pada vaksin manusia tetap menjadi bagian penting dari strategi WHO untuk kesiapsiagaan pandemi influenza. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home