Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 16:45 WIB | Rabu, 22 Juni 2016

Yordania: Perbatasan dengan Suriah dan Irak Zona Militer

Pemakaman korban bom bunuh diri di perbatasan Jordania dengan Suriah, hari Rabu (22/6). (Foto: dari jordantimes.com)

AMMAN, SATUHARAPAN.COM  - Yordania menyatakan daerah gurun yang berbatasan dengan Suriah dan Irak sebagai "zona militer," dan melarang warga sipil berada di wilayah itu. Pernyataan itu dikeluarkan hari Selasa (21/6) setelah seorang pembom bunuh diri menyerang dan menewaskan enam tentara Jordania di dekat perbatasan dengan Suriah.

Raja Abdullah II bersumpah untuk membalas serangan itu dengan "tangan besi" setelah bertemu pejabat sipil dan militer. Serangan itu terjadi di daerah di mana ribuan pengungsi Suriah yang terdampar.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun Yordania sebagai bagian koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (NNIS atau ISIS), dan sebelumnya ditargetkan oleh jihadis ISIS.

Militer Yordania mengatakan om yang meledak saat fajar menewaskan empat penjaga perbatasan, satu anggota keamanan dan satu anggota pertahanan sipil. Empat belas tentara juga terluka.

Bom bunuh diri itu berasal dari sebuah kamp pengungsi Suriah, di tanah tak bertuan dekat Rukban di perbatasan Jordania di utara.

Sopir memasuki wilayah Yordania melalui lorong yang digunakan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan meledakkan dirinya saat mencapai pos militer.

Raja Abdullah mengutuk serangan itu dan mengatakan angkatan bersenjata Jordania akan menyerang balik. "Yordania akan merespon dengan tangan besi terhadap siapa pun yang mencoba untuk mengganggu keamanan dan perbatasan," katanya, seperti dikutip AFP.

"Tindakan kriminal seperti itu hanya akan meningkatkan tekad kami untuk menghadapi terorisme dan kelompok teror yang menargetkan personil tentara yang melindungi keamanan negara dan perbatasan," kata dia

Segera setelah itu, militer menyatakan daerah gurun Jordania yang membentang dari timur laut ke Suriah dan Irak "ditutup sebagai zona militer".

"Kami akan menangani secara tegas individu yang bergerak di daerah tanpa (otorisasi), karena mereka akan dianggap target dan musuh," kata pernyataan itu memperingatkan, seperti dikutip AFP. Namun militer tidak secara eksplisit mengatakan jika perbatasan dengan Suriah akan ditutup.

Yordania menjadi rumah bagi hampir 1,4 juta pengungsi Suriah, termasuk 630.000 orang yang terdaftar di badan PBB. Kehadiran pengungsi telah menjadi masalah ekonomi dan keamanan di negara itu.

Sementara itu, menurut sumber yang dekat dengan kelompok Islamis, hampir 4.000 orang Yordania telah bergabung dengan kelompok jihad di Irak dan Suriah, di mana diperkirakan 420 di antara mereka tewas sejak 2011.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home