Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 19:05 WIB | Jumat, 25 Oktober 2013

Dilarang Buka Facebook, Gadis India Gantung Diri

MUMBAI, SATUHARAPAN.COM - Seorang gadis berusia 17 tahun bunuh diri di India barat setelah bertengkar dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa dia harus berhenti menggunakan Facebook, kata polisi, Jumat (25/10).

Aishwarya Dahiwal yang masih berstatus sebagai pelajar itu ditemukan tergantung di kamar tidurnya, Rabu (23/10), setelah bertengkar dengan orang tuanya di kota Parbhani, negara bagian Maharashtra, kata penyidik yang menolak disebutkan namanya kepada AFP.

"Pada Rabu malam, ia bertengkar dengan orang tuanya yang menyuruhnya untuk tidak ber-Facebook dan menggunakan ponselnya sepanjang hari untuk chatting," kata petugas dari kantor polisi Nanal Peth.

"Mereka mengatakan untuk fokus pada pelajarannya. Setelah beradu argumen, dia mengunci diri di kamarnya dan kemudian ditemukan tergantung, dengan catatan bunuh diri di dekatnya," ujarnya.

Sebuah catatan yang mengacu pada percekcokan dan Facebook kini tengah diperiksa oleh polisi.

Dalam catatan, Aishwarya dilaporkan menulis bahwa dia telah terus-menerus dicegah menggunakan Facebook oleh orang tuanya. "Apakah Facebook begitu buruk? Aku tidak bisa tinggal di rumah dengan pembatasan-pembatasan, aku tidak bisa hidup tanpa Facebook," kata catatan bunuh dirinya seperti dikutip dari indiatimes.com.

Para ahli mengatakan bahwa terdapat sejumlah penyebab bunuh diri yang kerap ditemui, termasuk penyakit kejiwaan, yang mungkin belum diketahui atau diobati.

Penggunaan internet masih rendah di India meski demikiannya pertumbuhannya pesat, yang diperkirakan akan mencapai sekitar 200 juta orang yang aktif secara online dari populasi negara itu yang mencapai 1,2 miliar pada akhir 2013.

Sekitar tiga per empat siswa Sekolah Menengah Atas India lebih memilih Facebook untuk berkomunikasi daripada panggilan telepon, menurut sebuah survei yang dirilis pada Juni oleh Tata Consultancy Services. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home