Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 17:40 WIB | Senin, 19 Juni 2017

Ex Menhan Australia Ungkap Skenario Kudeta Militer di RI

Mantan Menhan Australia, Dennis Richardson (Foto: afr.com)

CANBERRA, SATUHARAPAN.COM - Mantan Menteri Pertahanan Australia, Dennis Richardson, mengungkapkan kemungkinan skenario kudeta oleh militer di Indonesia apabila kelompok ekstrem Islam menguasai sistem politik Indonesia.

Berbicara dalam sebuah forum di Australia, dilansir dari Australia Financial Review, Richardson mengatakan kemungkinan percobaan kudeta oleh militer Indonesia tidak boleh diabaikan.

Walaupun ia menekankan bahwa kudeta militer tampaknya tidak akan terjadi, ia mengingatkan hal itu masih tetap merupakan salah satu faktor X dalam geopolitik yang harus tertanam dalam pemikiran para pembuat kebijakan.

Mengutip contoh pemilihan gubernur DKI Jakarta baru-baru ini, dimana Basuki Tjahaja Purnama sebagai petahana dikalahkan setelah para pemimpin Muslim menuduhnya melakukan penistaan, Richardson menggambarkan sebuah skenario saingan utama Presiden Joko Widodo, mendekati kalangan ekstremis Islam untuk mendukungnya di Pilpres 2019.

Hal itu, kata dia, dapat mendorong unsur-unsur militer Indonesia untuk memenuhi misi bersejarah mereka dalam melindungi sekularisme negara tersebut.

"Jika Anda melihat hal itu dan hal-hal tertentu terjadi, Anda tidak akan mengesampingkan kudeta militer di Indonesia dalam lima sampai 10 tahun mendatang," kata Richardson di depan Crawford Australian Leadership Forum.

"Jangan pernah berasumsi bahwa demokrasi bersifat permanen," kata dia.

"Saya tidak melukiskannya sebagai skenario yang mungkin, saya pikir banyak hal harus terjadi sebelum Anda mencapai titik itu, tapi Anda harus memiliki pikiran terbuka," kata dia.

Richardson mengatakan kemungkinan serangan nuklir oleh teroris merupakan faktor X lainnya.

"Apa yang akan terjadi jika muncul materi dari Korea Utara ke sebuah kelompok teroris? Apakah itu mengarah pada serangkaian situasi yang tidak diinginkan siapapun, lalu AS melakukan sesuatu terkait  dengan Korea Utara dan Tiongkok,  dan AS kemudian akan ditarik ke dalam konflik, " kata dia.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home