Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 19:10 WIB | Rabu, 10 Januari 2018

Kemendag-Bulog Sulut Jual Beras Medium Rp9.350 Per Kilogram

Ilustrasi. Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita didampingi Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti memantau pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, hari Kamis (15/12). (Foto: Dok. kemendag.go.id)

MANADO, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama dengan Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) melakukan penjualan beras medium di bawah harga eceran tertinggi (HET).

"Saat ini kami meluncurkan penjualan beras di sejumlah pasar tradisional di Sulut dengan harga Rp9.350 per kilogram yakni lebih rendah dari HET sebesar Rp9.450 per kg," kata Staff Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kemendag RI Sutriono Edi di Manado, hari Rabu (10/1).

Dia mengatakan hal ini sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras di awal tahun 2018.

"Kita tahu di awal tahun belum ada panen padi, sehingga diperkirakan harga beras akan mengalami peningkatan, namun dengan ada penjualan beras ini dharapkan bisa diantisipasi," katanya.

Ia mengatakan penjualan beras medium Bulog ini, akan dilakukan oleh sejumlah pedagang pasar dan rumah pangan kita (RPK) Bulog.

"Kami berharap akan mampu meredam pergerakan harga beras di pasaran," katanya.

Harus diakui, katanya, saat ini harga beras mengalami peningkatan hampir di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Perum Bulog Divre Sulut Munafri Syamsudin mengatakan saat ini ada 14 kios di pasar Bersehati Manado yang bekerja sama dengan Bulog Sulut menjual beras medium seharga Rp9.350 per kilogram.

"Selain di pasar juga di RPK yang tersebar di Sulut dan Gorontalo," kata Munafri.

Pihaknya selain mendistribusikan, tetap juga melakukan pengawasan setiap hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengatakan pihaknya selain menyediakan tim khusus pemantauan harga, juga dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan sehingga tidak terjadi penyimpangan. (Antara)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home