Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 13:46 WIB | Kamis, 31 Desember 2015

3.400 Yazidi Masih Ditahan NIIS

Perempuan Yazidi berusia 21 tahun, Nadia Murad Basee Taha, ketika berbicara di PBB mengungkapkan kekejaman NIIS dengan pembunuhan dan perbudakan seks terhadap tahanan anak perempuan dan perempuan. PBB menyebutkan kemungkinan kekejaman NIIS sebagai genosida. (Foto; dari untv)

ATHENA, SATUHARAPAN.COM – Militan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) menahan lebih dari 3.400 sandera Yazidi, kata seorang aktivis Yazidi yang pernah dipenjara oleh NIIS hari Rabu (30/12).

"Saat ini ada 3.400 orang dalam tahanan di Suriah atau Irak," kata Nadia Murad Basee Taha kepada Presiden Yunani, Prokopis Pavlopoulos, ketika dia berkunjung ke Athena.

"Saya meminta Anda untuk menyampaikan suara saya ke Uni Eropa, karena ribuan perempuan dan anak-anak kecil terus disandera," kata Taha, 21 tahun, warga Yazidi, salah satu kelompok minoritas Irak paling menderita oleh kekejaman milisi NIIS.

Taha diculik oleh militan NIIS atau ISIS pada bulan Agustus 2014 dari desanya di Irak, dan ditahan selama tiga bulan, selama itu dia dijadikan budak seks.

Dia berhasil melarikan diri ke Jerman dan pada tanggal 16 Desember, dan mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa ISIS "telah membuat wanita Yazidi sebagai daging yang akan diperdagangkan."

Yazidi, warga Irak yang bukanMuslim atau Arab, memiliki keyakinan unik yang dibenci oleh militan ISIS. Mereka kelompok minoritas dan berbahasa Kurdi dan sebagian besar tinggaldi sekitar gunung Sinjar di Irak utara.

Pada tahun 2014, militan ISIS membantai Yazidi, memaksa puluhan ribu dari mereka melarikan diri, dan menangkap ribuan anak perempuan dan perempuan sebagai rampasan perang.

PBB mengatakan kekejaman yang dilakukan terhadap masyarakat kecil mungkin merupakan tindakan genosida.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home