Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 19:53 WIB | Sabtu, 16 Januari 2016

4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror

4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Polisi Musyafak (kanan) saat menunjukkan salah satu foto korban ledakan bom di kawasan Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yang terjadi pada hari Kamis (14/1) lalu. Dari hasil pemeriksaan korban meninggal dunia berjumlah tujuh yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, enam diantaranya warga negara Indonesia dan satu orang warga negara Kanada, Penjelasan itu disampaikan saat menggelar jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (16/1). (Foto-foto: Dedy Istanto).
4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror
Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi M. Iqbal (kiri) dan Kepala Divisi Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kombes Polisi Musyafak (kanan) saat menggelar jumpa pers perkembangan jumlah korban ledakan dalam peristiwa bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat dua hari lalu.
4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror
Kombes Polisi Musyafak saat menunjukan foto korban meninggal dunia yang terjadi di tiga lokasi ledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dua hari lalu.
4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror
Salah satu korban meninggal dunia yang berada di lokasi ledakan di pos polisi Sarinah, Jakarta Pusat.
4 dari 7 Korban Meninggal Ledakan Sarinah Diduga Pelaku Teror
Kepala Divisi Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Polisi Musyafak saat menunjukkan salah satu korban yang merupakan anggota polisi yang terkena ledakan di pos polisi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat dua hari lalu.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Empat dari tujuh korban meninggal diduga merupakan pelaku teror bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada hari Kamis (14/1) kemarin. Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) Komisaris Besar (Kombes) Polisi M. Iqbal dan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Polisi Musyafak di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, hari Sabtu (16/1).

“Total korban dari teror bom di Sarinah sebanyak 33 orang, tujuh meninggal dunia yang semuanya adalah laki-laki dan 26 dirawat. Sebanyak 26 korban dirawat terdiri dari 19  laki-laki dan tujuh perempuan. Tujuh diantaranya sudah dipulangkan karena luka ringan, sedangkan 19 saat ini masih dirawat di enam Rumah Sakit di Jakarta,” kata Kombes Polisi Musyafak.

Musyafak dalam kesempatan itu juga memberikan keterangan nama-nama korban yang meninggal dunia berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga lokasi ledakan di sekitar kawasan Jalan MH Thamrin.

Pada ledakan di pos polisi Sarinah, ada tiga korban teridentifikasi diantaranya korban pertama bernama Rico yang teridentifikasi dari sidik jari secara otentik, lalu yang kedua bernama Sugito teridentifikasi berdasarkan sidik jari, kemudian ketiga bernama Dian Joni Kurniadi teridentifikasi dengan sidik jari.

Lalu korban yang meninggal di halaman gerai kopi ada tiga juga, yaitu Muhammad Ali teridetifikasi berdasarkan sidik jari, Afif alias Sunakin teridentifikasi dengan sidik jari juga, kemudian Amir Fuali Taher warga negara Kanada teridentifikasi dengan sidik jari dari paspornya.

Korban yang terakhir berada di dalam gerai kopi, hanya satu orang, bernama Ahmad Muhazan bin Saron dengan kondisi perut dan bagian dada hancur, teridentifikasi berdasarkan sidik jari.

Ketujuh korban ledakan tersebut merupakan korban meninggal yang berada di lokasi ledakan. Tim Kedokteran Kepolisian sampai saat ini masih terus melaksanakan pengambilan sampel darah dari pihak keluarga. 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home