Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 05:01 WIB | Kamis, 18 Februari 2021

93 Persen Warga Palestina Mendaftar untuk Pemilihan Umum

Warga Palestina mengungkapkan kegembiraan pada Oktober 2017 ketika Hamas dan Fatah sepakat untuk menyelenggarakan pemilihan umum nasional Palestina. (Foto: dok. Ist.)

RAMALLAH, SATUHARAPAN.COM-Lima belas tahun setelah warga Palestina terakhir mendatangi tempat pemungutan suara dalam pemilihan umum, sekitar 93 persen pemilih yang memenuhi syarat di Tepi Barat dan Gaza telah mendaftar untuk pemilihan yang akan datang. Ini pemilihan yang telah lama ditunggu.

Warga Palestina yang berusia di atas 18 tahun memenuhi syarat untuk mendaftar secara online, melalui telepon, atau secara langsung untuk pemilihan parlemen yang direncanakanberlangsung pada 22 Mei, dan pemungutan suara pemilihan presiden ditetapkan pada 31 Juli.

Komisi Pemilihan Pusat , hari Rabu (17/2) mengatakan bahwa 2,6 juta dari 2,8 juta pemilih yang memenuhi syarat melakukan pendaftaran sebelum batas waktu Selasa (16/2).

Dalam pemilihan umum Palestina sebelumnya, pada tahun 2006, sekitar 80 persen dari 1,6 juta pemilih yang memenuhi syarat terdaftar, tetapi hanya sekitar satu juta yang memberikan suara, kata komisi itu.

Ada keraguan luas bahwa pemungutan suara nanti benar-benar akan dilanjutkan, setelah bertahun-tahun permusuhan antara Otoritas Palestina (PA), yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, dan kelompok Islamis Hamas, yang menjalankan pemerintahan di Jalur Gaza.

Pemilihan umum terakhir, 15 tahun lalu, pada tahun 2006 berakhir dengan hasil mengejutkan, kemenangan bagi Hamas, yang mencalonkan diri untuk pertama kalinya dalam pemilihan parlemen. Perebutan kekuasaan pun terjadi dan pada 2007 kelompok militan itu menguasai Gaza dari pasukan yang setia kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Abbas, 85 tahun, diperkirakan akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden baru.

Warga Palestina juga berencana untuk melakukan pemungutan suara tahun ini di Yerusalem Timur bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Wilayah itu direbut Israel dalam perang tahun 1967 dan dianeksasi dalam sebuah langkah yang belum mendapatkan pengakuan internasional.

Israel mengizinkan warga Palestina untuk memberikan suara di Yerusalem Timur pada tahun 2006. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home