Loading...
Penulis: Endang Saputra 20:21 WIB | Jumat, 23 Januari 2015

Abraham Samad: Kasus BG Tidak Dihentikan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA,SATUHARAPAN.COM -  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sambil menahan tangis menegaskan bahwa kezaliman tidak akan mengalahkan kebenaran.

"Tapi percayalah bahwa kita di KPK apapun yang terjadi kita akan terus kejar. Percayalah kezaliman tidak akan menglahkan kebenaran," kata Abraham saat konfrensi pers di Gedung KPK, Jalan HR.Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).

Abraham mengatakan pemberantasan korupsi tidak berhenti dengan ditangkapnya BW oleh mabes polri.

Abraham Punya Firasat Buruk

Ketua KPK, Abraham Samad merasa terpukul atas penangkapan dan penetapan tersangka Wakil Ketua KPK, Bambang Wijojanto. Bahkan, Abraham tampak emosional.

Hal itu mengemuka saat Abraham menuturkan sedikit kronologis ketika dia terakhir bertemu dengan Bambang Widjojanto pada Kamis (22/1) malam.

Abraham yang memakai kemeja muslim berwarna krem mengungkapkan bahwa dirinya saat itu menemani BW hingga pukul 10 malam. Abraham mengaku sempat memiliki perasaan yang tak lazim dari biasanya.

"Saya dan pak BW sampai jam 10 malam, ketika beliau ingin menjenguk Abdee Slank. Saya memang sudah merasa firasat lain, saya bilang ke pak BW 'saya temani anda'," kata di Gedung KPK, Jumat.

Bambang, sesampainya di rumah sakit mengatakan kepada Abraham bahwa dirinya sudah merasa akan menjadi target. Namun, target itu tak dijelaskan lebih lanjut oleh Bambang. Bambang, kata Abaraham, bahkan sempat menyebut bahwa dirinya merasa tidak akan bertemu lagi dengan Abraham.

"Ada hal-hal yang sangat sulit saya lupakan ketika dia bilang 'pak Abraham ini malam mungkin malam terakhir buat kita,”katanya.

Meski diterpa badai, Abraham coba meyakinkan soal komitemen pemberantasan korupsi. Sebab, kebenaran akan mengalahkan kedzaliman.

"Tapi percayalah bahwa kita di KPK apapun terjadi kita akan terus tegar. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, percayalah kedzaliman tidak akan pernah mengalahkan melawan kebenaran, kebenaran akan tampil suatu saat," tandas Abraham.

Sementara itu Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja juga mengatakan hal yang sama, yaitu pemberantasan korupsi tidak akan terpengaruh dengan tertangkapnya BW.

"Maka pesannya, kalau itu (penangkapan BW) agar kami (KPK) terpengaruh dalam kinerja, mudah-mudahan tidak. Kami akan kerja seperti sedia kala," kata dia.

Sebelumnya  KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi, terkait penerimaan hadiah atau janji saat menjabat sebagai kepala biro pembinaan karier Deputi Sumber Daya Manusia Mabes Polri pada 2003 sampai 2006.

Terhadap Budi Gunawan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka tersebut menuai polemik karena baru beberapa hari direkomendasikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri.

 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home