Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 13:31 WIB | Rabu, 18 Maret 2015

AS Kehilangan Kontak dengan Drone di Suriah

Drone at peseta tampa awak US MQ-1 Predator. (Foot: airforce-technology.com)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Militer Amerika Serikat kehilangan komunikasi dengan drone Predator di Suriah pada Selasa (17/3) dan tengah menyelidiki klaim yang dilaporkan media pemerintah Damaskus bahwa pesawat itu telah ditembak jatuh.

Sekitar pukul 17:40 GMT, “pengendali militer AS kehilangan kontak dengan pesawat tanpa awak dan tanpa senjata US MQ-1 Predator yang beroperasi di atas kawasan Suriah barat laut,” kata seorang pejabat pertahanan AS melalui sebuah email.

“Saat ini, kami tidak memiliki informasi untuk menguatkan laporan pers bahwa pesawat itu ditembak jatuh. Kami sedang menyelidiki insiden tersebut dan akan memberikan rincian lebih lanjut bila sudah tersedia,” kata pejabat tersebut.

Kantor berita nasional Suriah, SANA, mengatakan sebelumnya pasukan pertahanan udara negara tersebut “menjatuhkan satu pesawat pengintai AS di atas Latakia utara.”

Jika laporan itu akurat, maka ini pertama kalinya rezim Suriah menjatuhkan pesawat Amerika di wilayah udara sejak koalisi pimpinan AS untuk melawan kelompok Islamic State atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) meluncurkan serangan udara di atas wilayah Suriah September tahun lalu.

Suriah tidak ikut ambil bagian dalam serangan koalisi terhadap kelompok militan tersebut, namun sejauh ini menahan diri untuk tidak mengambil tindakan terhadap beberapa pesawat tempur yang terlibat dalam perang udara koalisi.

Damaskus mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan awal sebelum koalisi memulai serangan tersebut, dan Menteri Luar Negeri Walid Muallem tahun lalu mengatakan bahwa Washington telah berjanji serangannya tidak akan mengenai tentara Suriah.

Serangan di Suriah sebagian besar difokuskan di Provinsi Aleppo dan Raqa yang merupakan kubu pertahanan ISIS.

Namun, kampanye koalisi juga menargetkan kelompok lain dan menyerang posisi yang dipercaya dikuasai pejuangan-pejuang yang berafiliasi dengan Front Al Nusra, yang dikhawatirkan merupakan sayap Al Qaeda di Suriah.

Menurut pengamat hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris, militan ISIS sebagian besar tidak ada di Provinsi Latakia bagian Barat Laut.

Namun, pejuang-pejuang Al Nusra aktif di provinsi tersebut, yang merupakan rumah bagi leluhur keluarga Assad dan benteng sekte Alawit Syiah.

Menurut pengamat tersebut, serangan telah menewaskan lebih dari 1.600 orang yang sebagian besar adalah jihadis. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home