Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 14:18 WIB | Senin, 10 Juni 2024

Australia Deteksi Flu Burung H7 di Lima Peternakan di Zona Karantina

Peternakan unggas kelima di dekat Melbourne telah terinfeksi virus flu burung yang sangat patogen. Tabung reaksi berlabel "Flu Burung" dan telurnya terlihat pada ilustrasi gambar ini pada 14 Januari 2023. (Foto: dok. Reuters/Dado Ruvic)

MELBOURNE, SATUHARAPAN.COM-Peternakan unggas kelima di dekat Melbourne telah terinfeksi virus flu burung jenis H7 yang sangat patogen, kata pemerintah negara bagian Victoria, Australia, pada hari Rabu (5/6).

Peternakan tersebut berada dalam zona terlarang dekat dengan tiga peternakan lainnya di mana flu H7N3 telah menyebar dalam beberapa pekan terakhir, dan pihak berwenang mengatakan deteksi terbaru ini bukanlah hal yang tidak terduga.

Peternakan lain di Victoria pada saat yang sama menjadi tempat berjangkitnya jenis virus H7N9 yang berbeda. Kedua strain tersebut tidak sama dengan tipe H5N1 yang telah menyebar secara global melalui populasi burung dan mamalia, dan bahkan ke manusia.

“Kami merespons deteksi flu burung di lima peternakan unggas di Victoria,” kata departemen pertanian Victoria dalam sebuah pernyataan.

“Semua properti telah dikarantina dan semua unggas akan dibuang dengan aman. Situs-situs tersebut akan dibersihkan dan dibersihkan dari infeksi,” tambahnya.

Lebih dari setengah juta unggas yang bertelur telah atau akan terbunuh akibat wabah ini, yang dimulai bulan lalu. Namun, jumlah tersebut hanyalah sebagian kecil dari jumlah unggas yang ada di negara tersebut dan industri telah berusaha meyakinkan konsumen tentang risiko terhadap pasokan makanan.

“Sungguh menyedihkan melihat munculnya lokasi-lokasi baru yang berdampak buruk bagi peternakan dan kesejahteraan burung, namun kita bisa merasa tenang karena lokasi tersebut berada dalam wilayah yang ditentukan,” kata Rowan McMonnies, direktur pelaksana kelompok perdagangan Australian Eggs, dalam sebuah pernyataan pekan ini.

“Jika hal ini dapat dipertahankan, dampaknya terhadap pasokan telur akan tetap terbatas,” katanya.

Sebelum munculnya kasus-kasus terbaru ini, Australia telah menderita sembilan wabah flu burung yang sangat patogen sejak tahun 1976, yang semuanya dapat diatasi dan diberantas, menurut pemerintah negara bagian. Virus ini menyebar dari burung liar.

Para pejabat mengatakan tidak ada risiko bagi masyarakat jika mengonsumsi telur dan daging unggas. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home