Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 15:37 WIB | Selasa, 02 Februari 2021

Belajar dari Gempa Sulbar, BMKG: Sulawesi Miliki 45 Segmen Sesar Aktif

Gempa bumi di Majene danm Mamuju merupakan kejadian berulang.
Kantor gubernur Sulawesi Barat di Mamuju yang rusak berat akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 pada Jumat (15/1). (Foto: dok. Ist.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan kejadian berulang.

(BMKG) memiliki catatan gempa bumi berulang dengan periode waktu berbeda, bahkan tercatat dua kali tsunami yang dipicu oleh fenomena gempa. Koordinator Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa Sulawesi memiliki lebih dari 45 segmen sesar aktif. Menurut dia, para ahli kebumian telah mempelajari karakteristik wilayah Sulawesi.

Menghadapi potensi bahaya gempa itu, kekuatan bangunan sangat penting untuk dievaluasi dan diperkuat sehingga aman bagi para penghuni yang memanfaatkan bangunan yang masih berdiri pasca gempa berkekuatan M6,2 beberapa hari lalu.

“Terjadinya gempa merusak di Majene bukan hal aneh. Secara tektonik, wilayah pesisir dan lepas pantai Sulawesi Barat terletak di zona jalur lipatan dan sesar atau fold and thrust belt,” kata Daryono, pada webinar pembelajaran gempa Sulbar, hari Senin (1/2).

Secara khusus, wilayah Majene dan Mamuju pernah terdampak gempa secara berulang dengan periode waktu berbeda. Daryono mengatakan bahwa fenomena gempa di wilayah itu tercatat sejak 1967.

Historis gempa merusak dan pernah terjadi tsunami, antara lain gempa Majene berkekuatan M6,3 pada tahun 1967, kemudian 23 Februari 1969 dengan magnitude 6,9. Dua kejadian ini memicu terjadinya tsunami. Total lebih dari 100 warga meninggal dunia pada dua peristiwa tersebut. 

Selanjutnya gempa Mamuju berkekuatan M5,8 pada 6 September 1972, gempa Mamuju M6,7 pada 8 Januari 1984, dan kejadian sebelum gempa terakhir, yaitu pada 7 November 2020. Rangkaian gempa ini bersifat merusak.  

Gempa bumi di Majene yang terjadi pada dua hari berurutan yaitu 14 Januari 2021 dengan kekuatan M5,9 dan 15 Januari 2021 dengan kekuatan M6,2. 

Ahli geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Benyamin Sapiie, menyampaikan bahwa daerah Majene dan Mamuju merupakan daerah aktif deformasi berupa lipatan anjakan, yang melibatkan batuan dasar dan memperlihatkan keaktifan gempa tinggi. 

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home