Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:37 WIB | Senin, 13 Juli 2015

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi Laut Jawa

Ilustrasi Gelombang Tinggi Kapal nelayan dihadang gelombang tinggi saat memasuki muara pelabuhan Lampulo, Banda Aceh (16/9/2015). Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang setinggi 3 hingga 4 meter sejak tiga hari terakhir di perairan itu, mengakibatkan sebagian besar nelayan tidak melaut. (Foto: Antaranews/Ampelsa)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM – Staf Informasi dan Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo, mengimbau masyarakat mewaspadai gelombang tinggi di perairan Laut Jawa dalam beberapa hari ke depan yang mencapai 3-5 meter,  karena bisa membayakan keselamatan pelayaran.

"Kondisi dalam beberapa hari ke depan tidak menguntungkan bagi transportasi laut baik dari Surabaya ke berbagai jurusan maupun sebaliknya karena gelombang Laut Jawa tinggi, berkisar 3-5 meter," katanya di Surabaya, Senin (13/7).

Ketinggian gelombang Laut Jawa 14-16 Juli berkisar 3-5 meter, kemudian pada 17-19 Juli cenderung turun 3 - 3,5 meter, namun pada 20 Juli kembali naik menjadi 4 meter. Ketinggian gelombang tersebut juga diikuti dengan kecepatan angin di perairan Laut Jawa yang juga kencang sekitar 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam.

Sedangkan, perairan di selatan Jawa , menurut Eko, meskipun lebih rendah tapi juga rawan bagi aktivitas pelayaran, yakni berkisar 3-4 meter, di selatan Bali 3-5 meter dan di selatan Nusa Tenggara Barat juga 3-5 meter.

Kencangnya angin, di perairan Laut Jawa maupun di selatan Jawa tersebut, dampak dari degradasi tekanan udara belahan bumi bagian utara dan selatan,  karena badai tropis atau siklon Nangka di timur Filipina.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat pelayaran bisa menyesuaikan diri dan tidak memaksakan beraktivitas lebih dulu. "Kapal-kapal sebaiknya jangan sandar di dermaga biar tidak berbenturan dengan lambung kapal, atau lego jangkar," katanya.

Terkait dampak aktivitas Gunung Raung (3.332 mdpl) yang masuk wilayah administrasi Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, terhadap cuaca.

Eko mengatakan,  setiap aktivitas gunung berapi, apalagi sedang erupsi, akan berdampak terjadinya kondensasi di awan sehingga kondisi cuaca di sekitarnya cenderung berawan atau mendung serta berpotensi hujan ringan tidak merata.

Namun demikian, katanya, berdasarkan data yang ada cuaca di sekitar Gunung Raung saat ini cerah. Puncak Gunung Raung sedang tertutup kabut asap kelabu cukup tebal setinggi 800 meter. Angin bertiup dari timur tenggara. Sedangkan asap cenderung mengarah ke selatan dan barat daya.

Gunung Raung hingga kini statusnya Siaga. Getaran tremor hingga saat ini juga masih terus terjadi dengan amplitudo berkisar 5-32 milimeter dan yang dominan 27 milimeter.(Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home