Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 18:20 WIB | Selasa, 02 Juli 2013

CDC Ajak Hari Kemerdekaan Sebagai Momentum Bebas dari Rokok

WASHINTON, SATUHARAPAN.COM  –  Amerika menggunakan momentum hari kemerdekaan tanggal 4 Juli untuk mengkampanyekan pembebasan dari tembakau. Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC’s) menyebutkan banyak orang bukan perokok namun terkena imbas dari orang yang merokok.

Hal ini sangat dramatis bahwa seseorang yang merokok dapat mempengaruhi kesehatan orang lain di dekatnya yang tidak merokok, kata pernyataan CDC tersebut, Senin (1/7)

Menurut lembaga ini, produk tembakau bisa membuat kecanduan, dan rokok mengandung lebih banyak nikotin daripada tembakau itu sendiri. Rokok filter sekalipun tidak lebih aman dari rokok lainnya. Hal ini karena zat nikotin yang terakumulasi dari paru-paru ke jantung dan otak.

Sementara itu, nikotin merupakan zat kunci yang menyebabkan efek bertahan dari candu rokok. Dan bahan lainnya membuat perokok semakin tertarik dan kecanduan. Remaja bisa lebih mudah kecanduan nikotin karena tubuhnya lebih sensitif. Karena kecanduan, sekitar tiga dari 14 perokok remaja berlanjut hingga usia dewasa.

Ada Banyak Alasan untuk Berhenti

Berhenti merokok mengurangi risiko kanker paru-paru dan kanker lainnya, penyakit jantung koroner, stroke, dan penyempitan pembuluh darah, mengurangi gangguan pernafasan, seperti batuk, mengi, dan napas pendek.

Bagi wanita usia produktif dapat mengurangi risiko ketidaksuburan dan pada wanita hamil mengurangi risiko bayi berat lahir rendah (BBLR). Ketika berhenti merokok, kesehatan seseorang meningkat dan tentunya akan menjadi berita baik bagi orang-orang tercinta.

Kemana harus Mencari Bantuan?

Ada berbagai cara berbeda untuk berhenti merokok bagi tiap-tiap orang. Hal terpenting adalah kemauan dan berusaha keras. Seseorang bisa sukses berhenti merokok meski tanpa bantuan asalkan bisa tetap bertahan dari setiap tantangan.

Jika menemukan kesulitan, bisa meminta bantuan dokter atau pihak medis. Beberapa jenis terapi penggantian nikotin termasuk patch, atau permen karet, nikotin semprot hidung dan inhaler nikotin tersedia dengan resep.

Dapat juga dilakukan melalui konseling dengan para ahli, misalnya psikoterapis yang akan mengubah mindset seseorang terhadap rokok.

Tidak Ada yang Aman dari Rokok

Menurut CDC, perusahaan rokok telah berganti-ganti desain selama lebih dari lima dekade, termasuk filter, low-tar, dan varian “ringan”, namun tidak mengurangi penyakit yang ada dalam rokok. Lebih dari itu mungkin dapat menghalangi upaya berhenti secara psikis.

Secara keseluruhan, kesehatan masyarakat dapat berbahaya jika cerita roman produk rokok mendorong orang untuk mengkonsumsi, misalnya iklan-iklan rokok yang saat ini semakin menarik dan kreatif, di mana menggambarkan kebebasan dan petualangan para pengkonsumsinya.

Ditambah lagi, perusahaan rokok tidak segan-segan mengeluarkan modal dalam jumlah besar untuk menjadi sponsor suatu acara yang akan meningkatkan citra produknya di tengah-tengah masyarakat. Amerika sebuah negara multikultural telah mendeklarasikan kemerdekaannya terhadap produk tembakau, bagaimana dengan Indonesia?

 

 

 

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home