Loading...
DUNIA
Penulis: Kaviel Alawy 12:08 WIB | Senin, 19 September 2016

India Tuduh Pakistan Atas Serangan Kashmir

Pasukan keamanan India tiba di tempat terjadinya serangan oleh kelompok separatis di pangkalan militer di Uri, Kashmir, pada hari Minggu (18/9) (Foto: AP)

KASHMIR, SATUHARAPAN.COM - India tuduh Pakistan dalang dari serangan separatis ke sebuah pangkalan militer di dekat perbatasan mereka pada hari Minggu (18/9). Serangan itu menewaskan sedikitnya 17 tentara. Ini adalah salah satu serangan paling mematikan di Kashmir selama seperempat abad terakhir.

Empat “fidayeen” (prajurit siap mati) telah dikonfirmasi tewas setelah menembus pangkalan di Uri, dekat perbatasan dengan Pakistan, kata seorang juru bicara militer India.

Perdanan Menteri Narendra Modi sangat mengutuk dan menyebut serangan itu adalah “serangan teror pengecut”.

“Saya pastikan negara yang mendalangi serangan keji ini tidak akan luput dari hukuman,” kata Modi dalam serangkaian kicauannya di Twitter.

Belum ada klaim dari pihak mana pun tentang serangan yang terjadi di tengah ketegangan di Kashmir, wilayah India yang mayoritas Muslim. Sebelumnya daerah ini menghadapi protes lebih dari dua bulan sejak 8 Juli atas pembunuhan seorang komandan separatis dari kelompok Hizbul Mujahidin yang berbasis di Pakistan.

Setidaknya 78 warga sipil telah tewas dan ribuan lain terluka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

“Pakistan adalah negara teroris dan harus diidentifikasi dan diisolasi karenanya,” kicau Menteri Dalam Negeri, Rajnath Singh.

Pakistan membantah tuduhan itu. “India langsung menjatuhkan tuduhan kepada Pakistan tanpa adanya penyelidikan. Kami menolak tuduhan itu,” kata juru bicara Kemenlu Pakistan, Nagees Zakaria kepada Reuters.

Wartawan televisi lokal mengatakan serangan fajar telah mengejutkan para tentara yang sedang tidur di markas pasukan Uri. Para penyerang membakar bangunan dan beberapa tenda sebelum keempat anggota siap mati separatis tewas dalam baku tembak.

Seorang juru bicara militer membenarkan bahwa jumlah tentara yang tewas dalam serangan itu meningkat menjadi 17, membuat jumlah koraban jauh lebih buruk daripada serangan serupa yang terjadi pada Januari lalu di pangkalan udara Punjab.

Singh, Menteri Dalam Negeri India memimpin pertemuan krisis di New Delhi dan membatalkan perjalanannye ke Rusia dan AS. Menteri Pertahanan Monohar Parrikar dan Kepala Staf Angkatan Darat sedang dalam perjalanan ke Uri untuk mengawasi dan mengamankan daerah tempat terjadinya serangan tersebut.

“Ada indikasi yang meyakinkan bahwa pelaku serangan Uri sangat terlatih, bersenjata lengkap, dan memang sudah dipersiapkan,” kata Singh dalam serangkaian kicauan di medsos.

Duta Besa AS di India, Richard Verma, juga sangat mengutuk serangan Uri. Padalah Minggu lalu Menlu John Kerry mengunjungi New Delhi untuk melakukan pembicaraan strategis. Seusai pertemuan tersebut Kerry mendesak Pakistan untuk berbuat lebih banyak upaya memerangi terorisme.

Sementara itu, Pakistan telah meminta PBB dan masyarakat Internasional untuk menyelidiki kekejaman tuduhan yang dilakukan oleh India kepada Pakistan.

Dalam sidang umum tahunan yang akan dilakukan di New York, kemungkinan juga akan membicarakan Kashmir. (alarabiya)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home