Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 14:22 WIB | Senin, 10 Juni 2024

Israel Serangan Sekolah PBB di Gaza Tengah, 17 Militan Hamas Tewas

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sekolah UNRWA yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, 6 Juni 2024. (Foto: Reuters)

JALUR GAZA, SATUHARAPAN.COM-Tentara Israel mengatakan pada hari Jumat (7/6) bahwa mereka telah membunuh 17 militan sehari sebelumnya dalam serangan udara terhadap sebuah sekolah PBB di Gaza tengah, menambah jumlah korban sebelumnya dari sembilan orang.

Serangan Israel pada hari Kamis (6/6) menghantam sebuah sekolah yang dioperasikan oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, di daerah Nuseirat di Gaza tengah tempat ribuan pengungsi berlindung.

Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di dekatnya mengatakan bahwa sedikitnya 37 orang tewas dalam serangan itu.

“Sejak serangan yang ditargetkan tersebut, (tentara Israel) telah mengkonfirmasi identitas 17 teroris yang beroperasi dari sekolah tersebut,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Kantor media Hamas menuduh tentara Israel menyebarkan “informasi palsu”, mengklaim bahwa tiga orang yang dinyatakan tewas oleh Israel masih hidup dan setidaknya dua orang tewas dalam serangan lain, menambahkan bahwa serangan terhadap sekolah tersebut juga telah menewaskan 14 anak.

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan pada hari Kamis (6/6) bahwa sembilan militan tewas ketika jet tempur menyerang tiga ruang kelas di sekolah tersebut.

Sekitar 30 militan dari Jihad Islam dan Hamas bersembunyi di sana, katanya.

Ketua UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan serangan itu dilakukan “tanpa peringatan sebelumnya”. Dia menambahkan bahwa UNRWA “berbagi koordinat semua fasilitasnya (termasuk sekolah ini) dengan tentara Israel dan pihak lain yang berkonflik”.

“Menyerang, menargetkan, atau menggunakan gedung-gedung PBB untuk tujuan militer merupakan tindakan yang secara terang-terangan mengabaikan hukum Humaniter Internasional,” kata Lazzarini.

Perang Gaza paling berdarah yang pernah terjadi dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober, yang mengakibatkan kematian 1.194 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Serangan militer balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 36.731 orang di Gaza, sebagian besar adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikelola Hamas. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home