Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 19:51 WIB | Kamis, 17 Juni 2021

Jakarta Hentikan Uji Coba PTM karena Lonjakan COVID-19

Sejumlah murid mengerjakan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021).(Foto: ANTARA)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini tengah berjalan di 226 sekolah di Ibu Kota menyusul semakin tingginya kasus COVID-19.

Hal ini terungkap dalam Surat Pemberitahuan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 8057/-1.851 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana pada Kamis (17/6).

Dalam surat yang ditujukan kepada para Kabid Persekolahan Disdik DKI; para Kasudin Pendidikan Kabupaten/Kota di DKI; para Kasatpel Pendidikan Kecamatan; para Pengawas sekolah; para penilik PAUD dan Dikmas; serta para Kasat Pendidikan Piloting Terbatas dan Campuran Tahap I, Nahdiana meminta uji coba pembelajaran campuran agar dilakukan penuh dalam jaringan atau dari rumah sejak keluar pemberitahuan ini sampai ada putusan lebih lanjut.

Surat yang menindaklanjuti Kepgub Nomor 759 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Ingub Nomor 39 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT ini, juga meminta para Kepala Satuan Pendidikan untuk melakukan persiapan untuk mengantisipasi pembelajaran campuran pada tahun pelajaran 2021/2022 yang meliputi edukasi pada peserta didik dan orang tua pendidik tentang disiplin penerapan prokes.

"Para Kasatpel Pendidikan Kecamatan, Pengawas, dan Penilik agar memberikan pembinaan dan pendampingan pada para kepala satuan pendidikan dan para pendidik untuk mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran campuran yang efektif, kreatif dan memotivasi peserta didik," ucap Nahdiana dalam surat tersebut.

Surat ini juga meminta para Kabid Persekolahan dan para Kasudin Pendidikan agar melakukan pembinaan serta pemantauan persiapan pelaksanaan pembelajaran campuran tahun pelajaran 2021/2022 pada satuan pendidikan di wilayah masing-masing.

Para Kabid Persekolahan dan para Kasudin Pendidikan juga diminta dalam surat tersebut untuk melaporkan hasil pembinaan dan pemantauannya pada Nahdiana selambat-lambatnya satu pekan sebelum pembelajaran campuran dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/2022.

"Demikian agar menjadi perhatian untuk dilaksanakan dengan taggung jawab," tulis Nahdiana dalam surat yang juga ditembuskan pada Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria dan pejabat tinggi DKI Jakarta lainnya yang terkait itu.

Dihentikannya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di 226 sekolah di Ibu Kota juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti yang menyebut alasannya karena lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta.

"Dengan kondisi saat ini dan rapat bersama antar satgas kita putuskan saat ini piloting tatap muka tidak dilanjutkan. Sambil menunggu situasi di DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta di YouTube BNPB Indonesia, Kamis.

Widyastuti menjelaskan awalnya Pemprov DKI sempat melaksanakan uji coba pembukaan sekolah ketika saat kasus COVID-19 melandai. Saat itu sebanyak 83 sekolah melaksanakan pilot project PTM dengan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 ketat.

"Pada saat berjalan baik, kita buka peningkatan 143 sekolah. Sama prokes ketat, guru, orang tua murid sudah divaksin dan masuk seminggu dua kali," jelasnya.

Dalam sepekan terakhir kasus Corona mengalami lonjakan drastis. Merujuk pada data BNPB sepekan terakhir, kasus tambahan Corona di Jakarta naik signifikan yang terlihat pada data berikut:

7 Juni: 1.197
8 Juni: 755
9 Juni: 1.376
10 Juni: 2.091
11 Juni: 2.293
12 Juni: 2.455
13 Juni: 2.769
14 Juni: 2.722
15 Juni: 1.502
16 Juni: 2.376
17 Juni: 4.144

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home