Loading...
SAINS
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 13:37 WIB | Jumat, 12 Agustus 2016

Jelajah Kota Jogja Awali Festival Petualang Nusantara V

Jelajah Kota Jogja Awali Festival Petualang Nusantara V
Lomba Jelajah Kota Jogja dimulai dari Museum Benteng Vredeburg mengawali Festival Petualang Nusantara V, Jumat (12/8). (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Jelajah Kota Jogja Awali Festival Petualang Nusantara V
Pelepasan burung merpati dalam pembukaan Festival Petualang Nusantara V di kawasan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Dari kiri-kanan: Cahyo Alkantana (caver/diver), Rizal Bustami (jurnalis petualangan), Zaimul Azzah (Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta), Suryanto (Kemenpar RI), Don Hasman (fotografer).

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Di Museum Benteng Vredebug Yogyakarta, Festival Petualang Nusantara (FPN) V dibuka secara resmi oleh Kepala Museum Benteng Vredebug Yogyakarta, Zaimul Azzah, Jumat (12/8) pagi. Pembukaan dihadiri sekira 100 peserta FPN V, narasumber, pihak Museum Benteng Vredebug Yogyakarta, serta Kementerian Pariwisata RI yang mendukung pendanaan FPN V. 

Aji Rachmat, Direktur LareAngon sekaligus ketua penyelenggara FPN V menjelaskan bahwa jumlah peserta akan bertambah secara bertahap yang langsung menuju campsite Pantai Nguyahan. Aji menyebutkan keseluruhan peserta berjumlah 300.

"Dalam dua tahun terakhir FPN dilakukan pada bulan Agustus. Selain dalam rangka turut memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, ini upaya kami untuk mengurangi menumpuknya jumlah pendakian oleh kawan-kawan pecinta alam sehingga tidak terkonsentrasi pada bulan Agustus harapannya bisa mengurangi resiko. Tawaran petualangannya kurang lebih sama dengan pendakian," kata Aji.

Suryanto dari Kementerian Pariwisata dalam sambutannya mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah tetap berkomitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan pergerakan wisatawan ke daerah-daerah destinasi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga distribusinya bisa merata.

"Tahun 2019 target pemerintah adalah peningkatan jumlah 20 juta wisatawan mancanegara serta 275 juta wisatawan domestik (dalam negeri). Potensi wisata Indonesia itu (jumlah dan kualitasnya) luar biasa. Itu bisa dimanfaatkan," kata Suryanto. Adanya peningkatan jumlah wisatawan diharapkan meningkatkan pula pada usaha jasa akomodasi untuk wisatawan yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Museum Benteng Vredebug Yogyakarta dilanjutkan pelepasan burung merpati, FPN V mengawali acara festivalnya dengan lomba Jelajah Kota Jogja dengan memanfaatkan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebagai area lomba. Lomba yang berlangsung kurang lebih tiga jam peserta berjalan kaki mencari jejak dan menyelesaikan tantangan di tiga titik: Museum Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, dan Alun-alun Utara Yogyakarta.

Dalam dunia kepecintaalaman, lomba Jelajah Kota Jogja mirip dengan orienteering yang biasanya memanfatkan kaki-kaki gunung untuk mencari jejak dan tantangan. Biasanya poin ditentukan oleh tingkat kesulitannya. Diperlukan ketepatan waktu, strategi, pengenalan dan pemahaman medan, kekompakan tim, serta mampu membaca dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di sekitarnya termasuk masyarakat sekitar. Di luar negeri sendiri kegiataan orienteering dalam kota sudah sering dilakukan baik yang berada di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Di Indonesia hingga akhir tahun 1990-an kegiatan serta lomba orienteering kerap dilakukan salah satunya oleh kelompok pecinta alam Mahafisipa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

Jika saat ini sedang ramai permainan Pokemon Go yang memanfaatkan telepon pintar dan jaringan seluler yang ada untuk mencari monster maya, Jelajah Kota Jogja menawarkan permainan serupa dalam dunia nyata. Lebih dari itu, selama lomba peserta dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home