Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 13:56 WIB | Kamis, 12 Januari 2017

Kemendag: Sapi Impor dari Meksiko Belum Masuk RI

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyantap bubur kacang hijau saat blusukan di Pasar Jaya Rawa Mangun Jakarta Timur, hari Kamis (12/1).(Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, mengatakan hingga hari ini (Kamis, 12/1), 400.000 ekor sapi impor dari Meksiko belum masuk ke Indonesia.

Mendag Enggar mengatakan, importir sapi masih memproses sapi-sapi yang didatangkan dari negara yang terletak di Amerika Utara itu.

“Belum masuk, importirnya yang suruh impor,” kata Enggartiasto kepada satuharapan.com saat blusukan di Pasar Jaya Rawa Mangun Jakarta Timur, hari Kamis (12/1).

Enggar menambahkan, bahwa ia fokus kepada daging beku atau daging kerbau dari India yang telah masuk ke Indonesia.

“Daging dari India dulu,” katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengatakan Pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak di Meksiko untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Tanah Air.

“Sudah ada (kerja sama),” kata Oke kepada satuharapan.com di Pasar Jaya Jatinegara, Jakarta Timur, hari Kamis (12/1).

Oke mengaku belum mengetahui kapan waktu datangnya sapi impor dari Meksiko ke Indonesia.

Enggak tahu, tanya importir,” katanya.

Untuk tahun 2017, kata dia, Kemendag belum menerbitkan izin baru untuk impor daging.

“Tahun ini belum diputuskan (impor) kalau (untuk) daging,” katanya.

Akan Didistribusikan di Jakarta

Sebelumnya staf ahli menteri pertanian bidang inovasi dan teknologi, Syukur Iwantoro, mengatakan Indonesia mempertimbangkan untuk mengimpor sapi dari Meksiko

"Pihak swasta dan pemerintah daerah yang saat ini dalam proses negosiasi," kata Syukur Iwantoro di Jakarta, hari Rabu (23/11/2016).

Mengenai izin impor hingga 400.000 ekor sapi, dia mengakui bahwa pihak swasta akan diberikan kewenangan penuh untuk tujuan ini dan perundingan sedang dilangsungkan dengan mitra di Meksiko.

Iwantoro mengatakan Pemerintah akan memastikan bahwa sapi yang diimpor dari Meksiko harus bebas dari penyakit mulut dan kuku.

"Sejauh ini, Pemerintah telah berhubungan dengan sejumlah negara, termasuk Australia, sehubungan dengan pasokan daging sapi," kata dia.

Dia ingat bahwa Pemerintah telah menempatkan beberapa alternatif untuk mencegah eskalasi harga daging sapi di berbagai daerah di Tanah Air.

"Harga daging sapi di berbagai daerah di Indonesia bervariasi dari Rp 85.000 hingga lebih dari Rp 100.000 per kilogram," jelasnya.

Sapi impor itu akan didistribusikan di Jakarta dan sekitarnya.

"Negara ini sekarang mengimpor hampir 700.000 kepala sapi. Sejauh ini, sebagian besar sapi yang diimpor dari Australia," kata dia.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home