Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 20:43 WIB | Jumat, 22 November 2013

Masalah Daftar Pemilih Pemilu 2014 Belum Ada Titik Terang

Masalah Daftar Pemilih Pemilu 2014 Belum Ada Titik Terang
Diskusi politik terkait dengan DPT yang bertajuk DPT Berakhir Partai Kutar Katir digelar di media center KPU jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (22/11) dihadiri oleh beberapa perwakilan parpol dan pengamat pemilu. (Foto-foto : Dedy Istanto).
Masalah Daftar Pemilih Pemilu 2014 Belum Ada Titik Terang
Waras Warsito dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat berbicara terkait dengan masalah DPT dalam diskusi yang digelar di KPU.
Masalah Daftar Pemilih Pemilu 2014 Belum Ada Titik Terang
Didi Supriyanto dari Partai Amanat Nasional (PAN) saat berbicara sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar membahas tentang masalah DPT.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih hangat diperbincangkan sebagian kalangan menjadikan KPU dan Kementerian Dalam Negeri bekerja ekstra keras. Hal ini terkait dengan jumlah DPT yang mencapai sekitar 10,4 juta bermasalah dari total sekitar 186 juta pemilih.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4 November 2013 lalu telah menemukan dan mengumumkan sekitar 3,3 juta pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari 10,4 juta yang bermasalah.

Sayangnya hal ini tidak ada penjelasan yang memadahi bagaimana angka-angka tersebut bisa muncul baik 3,3 juta dari yang ditemukan KPU dan 3 juta yang dari Kementerian Dalam Negeri. Apakah ini merupakan hasil deteksi faktual di lapangan, atau sekadar pelacakan dengan penyandingan data saja. Sementara partai politik (Parpol) mengingat bahwa angka 10,4 juta bukanlah angka yang tercantum dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Hal ini membuat kebingungan bagi beberapa parpol terhadap angka-angka tersebut yang dibahas dalam sebuah diskusi yang digelar di ruang Media Center KPU jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).

Diskusi yang bertajuk “DPT Berakhir Partai Kutar Katir“ dihadiri beberapa perwakilan parpol di antaranya Waras Warsito dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Didi Supriyanto dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta Khairul Nisa dari Perludem dan Riska Mariska praktisi hukum.

Diskusi yang harusnya juga dihadiri oleh komisioner KPU, Hadar Navis Gumay, sebagai narasumber terkait dengan permasalahan DPT ini sayangnya tidak kunjung datang sampai diskusi pun selesai hingga Jumat (22/11) sore tadi.

 

 

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home