Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:12 WIB | Jumat, 11 November 2016

Menhub Menyamar Jadi Penumpang Cari Solusi KRL

Ilustrasi. Ratusan penumpang KRL menyeberangi lintasan kereta api. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyamar menjadi penumpang dengan mengenakan pakaian sehari-hari dan topi untuk mencari tahu secara riil solusi permasalahan kereta rel listrik (KRL) saat ini.

Budi didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono naik KRL Jabodetabek lintas Stasiun Palmerah - Stasiun Serpong - Stasiun Tanah Abang, Kamis (10/11).

"Saya mau melihat langsung pelayanan KRL Jabodetabek karena sudah banyak penumpang yang gunakan. Waktu tempuh Serpong ke pusat (Jakarta) dengan angkutan jalan lebih dari dua jam, sedangkan kalau naik kereta api kan cuma setengah jam, jadi semua lapisan masyarakat lebih memilih naik kereta," katanya.

Untuk itu, Budi berencana akan menambah frekuensi perjalanan KA Commuterline pada jam padat penumpang, "Kita pikirkan bagaimana saat keberangkatan (jam sibuk) ke sini lebih banyak, atau nambah rangkaian", katanya.

Budi berharap, pelayanan transportasi pada moda KA dapat lebih baik lagi, dan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di jalan raya, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta sehingga nantinya dapat mendidik masyarakat untuk mau beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum atau angkutan massal.

Pada kesempatan tersebut Menhub mengatakan,  bahwa saat ini pembangunan jalur double double track (DDT) dan renovasi stasiun Manggarai bisa mengalami keterlambatan.

"Manggarai itu mestinya selesai dalam dua tahun tapi kalau begini bisa lima tahun itu", katanya.

Dengan adanya kemungkinan keterlambatan pembangunan ini, kata dia, akan mempertimbangkan untuk memaksimalkan pengerjaan pembangunan pada waktu malam hari, sehingga keterlambatannya bisa diminimalkan.

Dalam tinjauan kali ini, selain melihat kondisi stasiun dan KA langsung, Budi juga menyoroti tentang kepadatan lalu lintas kendaraan di sekitar stasiun karena lahan parkir di stasiun yang kurang memadai.

 Menurut dia, masih banyak masyarakat yang parkir atau berhenti di bahu jalan sehingga hal ini menyebabkan kemacetan jalan di sekitar stasiun.

"Saya lihat banyak mobil-mobil yang mengantarkan penumpang pada parkir di badan jalan, jadi malah membuat macet, kita evaluasi dan cari penyelesaian yang paling pas," katanya.(Ant)

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home