Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 10:45 WIB | Minggu, 12 Mei 2024

Mensos Risma Meninjau dan Berikan Santunan kepada Korban Banjir Kabupaten Luwu

Kunjungan Mensos Tri Rismaharini ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada korban tanah longsor dan banjir. (Foto: Kemensos)

KABUPATEN LUWU, SATUHARAPAN.COM-Menteri Sosial Tri Rismaharini  memberikan santunan kepada ahli waris  korban longsor dan banjir di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, hari Jumat (10/5).  Mensos Risma juga mengunjungi para pengungsi untuk menanyakan kebutuhan mereka sekaligus memantau upaya pemulihan yang tengah dilakukan Kementerian Sosial di daerah tersebut.

Setibanya di Makassar, Mensos Risma langsung terbang menuju daerah yang paling terdampak yaitu Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu menggunakan helikopter mengingat akses jalan ke lokasi tersebut masih terputus.

"Lokasinya sangat sulit. Biasanya kami lewat darat tapi kali ini tidak bisa," ungkap Mensos Risma. Diketahui, banjir dan longsor yang menghantam Kabupaten Luwu pada Jumat pekan lalu mengakibatkan tiga jembatan di wilayah Latimojong terputus dan 10 desa terisolir.

Di Latimojong, Mensos Risma memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan menghibur anak-anak dengan memberikan mainan. Mensos Risma juga mengingatkan pentingnya lumbung sosial di daerah tersebut untuk antisipasi jika terjadi bencana. "Ini kan mereka terjebak. Tapi kalau ada lumbung sosial mereka sudah siap," imbuh Mensos Risma.

Selain di Latimojong, Mensos juga menyerahkan santunan masing-masing Rp15.000.000 kepada ahli waris di Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap. Total korban meninggal mencapai 15 jiwa, dengan total santunan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial sebesar Rp225.000.000.

Saat menyerahkan santunan di Desa Kaili Kecamatan Suli Barat, Mensos Risma memberikan penguatan kepada para ahli waris yang kehilangan anggota keluarga akibat musibah ini. Salah satunya adalah Elma (24), warga Kabupaten Sidrap yang harus kehilangan ayahnya akibat banjir.

Saat musibah terjadi, rumah Elma terseret sejauh 500 meter. Ia naik ke atap dan berusaha menyelamatkan ayahnya. Namun karena tidak lagi ada tempat untuk berpijak, ia menahan kepala ayahnya  agar tubuh ayahnya tidak terseret arus. "Allah berkehendak lain, tapi kamu anak luar biasa. Kamu sudah berusaha semampu kamu untuk menyelamatkan. Ayahmu di sana pasti bangga," kata Mensos Risma menguatkan Elma.

Sebelumnya, untuk mempercepat respon bencana, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi. Bantuan ini diambil dari gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sentra Wirajaya Makassar dan Sentra Pangurangi Takalar. Logistik yang disalurkan meliputi tenda gulung, kasur, selimut, peralatan dapur keluarga, pembalut wanita, makanan siap saji, dan kebutuhan dasar lainnya. Total bantuan logistik yang disalurkan mencapai Rp 655.762.269.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home