Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 17:25 WIB | Jumat, 04 Agustus 2023

Merawat Budaya dan Kearifan Lokal Penting untuk Menjaga Nilai Toleransi

Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, pada The 4th International Symposium On Religious Literature And Heritage (Islage) di Yogyakarta, Rabu (2/8/2023). (Foto: Kemenag)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Kepala Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama, Suyitno, mengingatkan pentingnya merawat budaya dan kearifan lokal untuk menjaga nilai-nilai toleransi.

“Saat ini Indonesia sedang menghadapi trend intoleransi yang terus naik secara signifikan, utamanya di dunia pendidikan, terutama di tingkat kampus. Memahami budaya dan kearifan lokal, penting untuk merawat keberagamaan kita,” kata Suyitno.

Ia juga mendorong kampus-kampus untuk menyukseskan terbentuknya Rumah Moderasi. “Moderasi beragama mengusung sisi universalisme manusia. Maka sudah seharusnya untuk memanusiakan manusia yang merupakan substansi moderasi beragama dan agama,” katanya.

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menggelar The 4th International Symposium on Religious Literature and Heritage (The 4th ISLAGE) di Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 pemakalah dari seluruh dunia ini membahas isu toleransi dalam tradisi dan warisan budaya keagamaan.

Wakil Menteri Agama Saiful, Rahmat Dasuki, mengapresiasi tema yang diusung The 4th ISLAGE, yaitu ‘Religious Heritage on Tolerance, Non Violence and Accomodated Traditions’ . Dan ini menjadi momentum para akademisi dan peneliti untuk saling berbagi tentang praktik nyata toleransi dari seluruh belahan dunia.

“Pelaksanaan ISLAGE melibatkan pembicara dan pemakalah dari berbagai negara dengan latar belakang agama yang berbeda. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah toleransi beragama merupakan hal yang menjadi persoalan di banyak negara,” kata Wamen Rahmat di Yogyakarta, hari Rabu (2/8/2023).

Menurut Wamen, ISLAGE juga dapat menjadi rujukan bagi para ilmuwan kajian Islam di berbagai negara. Petunjuk bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat moderat dan sangat inklusif, terutama untuk masalah perbedaan.

"Indonesia merupakan masyarakat moderat dan sangat inklusif terutama untuk masalah perbedaan," kata Wamenag. "Saya harapkan Islage ke-4 ini dapat memberikan hasil rumusan praktik toleransi yang dapat menjadi rujukan dunia."

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home