Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:41 WIB | Kamis, 05 Oktober 2023

Moderma Mengkombinasikan Vaksin untuk Perlindungan terhadap COVID-19 dan Flu

Vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: dok. Ist)

SATUHARAPAN.COM-Moderna pada hari Rabu (4/10) mengatakan kombinasi vaksinnya untuk melindungi terhadap COVID-19 dan influenza menghasilkan respons kekebalan yang kuat dibandingkan dengan suntikan individu untuk virus tersebut dalam penelitian tahap awal.

Moderna mengatakan kombinasi tersebut menghasilkan antibodi yang mirip atau lebih besar dari vaksin flu yang dipasarkan saat ini dan serupa dengan suntikan booster COVID-19 sebelumnya untuk melawan virus corona.

Vaksin tersebut, yang disebut mRNA-1083, tampaknya efektif melawan keempat jenis flu A dan B pada orang dewasa yang lebih tua jika dibandingkan dengan suntikan flu yang banyak digunakan dari GSK dan Sanofi, menurut perusahaan tersebut.

Moderna juga mengatakan kombinasi tersebut terbukti aman dan dapat ditoleransi, dan tingkat efek samping yang merugikan serupa dengan yang dialami oleh orang yang menerima vaksin COVID-19 selama penelitian.

Perusahaan mengatakan pihaknya berencana untuk memulai uji coba tahap akhir untuk kombinasi suntikan tersebut akhir tahun ini.

“Secara hipotesis, ada kemungkinan bahwa hal tersebut dapat disetujui menjelang akhir tahun, tetapi kemungkinan besar kita sedang membicarakan musim gugur 2025 untuk kombinasi flu-COVID. Jadi dua tahun dari sekarang,” kata Presiden Moderna, Stephen Hoge, dalam sebuah wawancara.

Data terbaru didasarkan pada dua kelompok penelitian yang lebih besar yang melibatkan sekitar 1.000 orang, satu terhadap Fluarix GSK pada orang dewasa berusia 50 hingga 64 tahun dan satu lagi terhadap Fluzone HD Sanofi pada orang berusia 65 hingga 79 tahun. Fluzone adalah vaksin dosis tinggi untuk orang lanjut usia.

Pada bulan September, Moderna mengumumkan bahwa vaksin flu yang berdiri sendiri telah menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap keempat jenis virus influenza A dan B dibandingkan suntikan flu yang tersedia dalam uji coba tahap akhir.

Moderna mengatakan pada hari yang sama bahwa mereka mengurangi produksi vaksin COVID-19 untuk menyelaraskan dengan permintaan pasca pandemi yang lebih rendah dan untuk membantu perusahaan mencapai target pertumbuhan margin kotor 75 persen-80 persen lebih cepat. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home