Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 03:53 WIB | Sabtu, 31 Oktober 2020

Partai Kanan Denmark Kampanye Menerbitkan Ulang Kartun Nabi Muhammad

Para pengunjuk rasa dengan bendera dan simbol partai politik Islam global, Hizbut Tahrir, berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Prancis di Kongens Nytorv di Kopenhagen, Denmark, pada hari Jumat (30/10/2020). (Foto: AFP)

COPENHAGEN, SATUHARAPAN.COM-Partai sayap kanan Denmark pada hari Jumat (30/10) mengumumkan kampanye untuk menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad yang ditunjukkan oleh seorang guru Prancis kepada siswa sebelum dibunuh, tetapi media lokal ragu-ragu.

"Pembunuhan Samuel Paty memicu kampanye, kami ingin menunjukkan dukungan kami untuk keluarganya dan untuk kebebasan berbicara," kata Pernille Vermund, pemimpin partai Nye Borgerlige (Civil Baru), mengatakan kepada AFP. Partai anti imigrasi itu memegang empat dari 179 kursi di parlemen Denmark.

Di situsnya, partai tersebut meluncurkan penggalangan dana untuk "menerbitkan iklan dengan gambar “Charlie Hebdo” di surat kabar Denmark." Di kalangan media Denmark, inisiatif itu disambut dengan tanggapan beragam.

Poul Madsen, editor tabloid Extrabladet mengatakan mereka hanya akan memutuskan iklan ketika mereka melihatnya dan "tidak sebelumnya".

"Kami mengecam terorisme Muslim dan 100 persen mendukung Prancis, pembunuhan dan kebebasan berbicara tetapi selalu dengan hati-hati memperhatikan karyawan kami dan mereka yang sangat rentan," tulis Madsen di Twitter.

Vermund mengatakan dia "sama sekali tidak yakin apakah itu mungkin" untuk menerbitkan gambar-gambar itu. "Tetapi sebagai seorang politisi, kewajiban saya adalah bahwa perkembangan masyarakat mengarah pada lebih banyak kebebasan berbicara, bukan kurang," katanya.

Kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad diterbitkan oleh harian Denmark Jyllands-Posten pada tahun 2005, menyebabkan protes dan kemarahan yang meluas di antara banyak komunitas Muslim, yang melarang penggambaran nabi.

Mingguan satir Prancis “Charlie Hebdo”, seperti surat kabar Eropa lainnya, kemudian menerbitkannya kembali pada tahun 2006 untuk membela kebebasan berbicara. Pada 2015, surat kabar itu menjadi sasaran serangan jihadis yang menewaskan 12 orang, di antara mereka adalah jurnalis dan kartunis. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home