Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 06:06 WIB | Minggu, 31 Juli 2022

Paus: Perlakuan pada Pribumi Kanada Adalah Genosida

Paus Fransiskus berbicara kepada wartawan dalam penerbangan kepausan kembali dari Kanada pada Sabtu, 30 Juli 2022, di mana ia melakukan kunjungan pastoral selama enam hari. Paus Fransiskus mengakhiri ziarah Kanadanya dengan bertemu dengan delegasi Pribumi dan mengunjungi wilayah Inuit di Nunavut utara. Dalam salah satu pidatonya, dia menyerang misionaris Katolik yang "mendukung kebijakan yang menindas dan tidak adil" terhadap penduduk asli di sekolah-sekolah perumahan terkenal di negara itu dan bersumpah untuk mengejar kebenaran dan penyembuhan. (Foto: Guglielmo Mangiapane/pool via AP)

ROMA, SATUHARAPAN.COM-Paus Fransiskus pada hari Sabtu (30/7) mengatakan perlakuan terhadap masyarakat adat di Kanada sama dengan genosida. Itu dikatakan setelah perjalanan enam hari di mana ia meminta maaf kepada para penyintas pelecehan di sekolah-sekolah yang dikelola Gereja Katolik.

“Saya tidak mengatakan kata itu (di Kanada), karena itu tidak muncul di pikiran saya, tetapi saya menggambarkan (sebagai) genosida. Dan saya meminta pengampunan atas proses yang merupakan genosida ini. Saya juga mengutuknya,” katanya kepada wartawan di pesawatnya yang kembali ke Roma.

“Mengambil anak-anak, mengubah budaya, mengubah mentalitas, mengubah tradisi, mengubah ras, katakanlah seperti itu, seluruh budaya. Ya, genosida adalah kata teknis… Tapi saya telah menjelaskan apa itu genosida.”

Selama perjalanannya, Paus meminta maaf atas “kejahatan” yang ditimbulkan pada komunitas Pribumi di sekolah berasrama di Kanada, di mana anak-anak dikirim sebagai bagian dari kebijakan asimilasi paksa.

Dia mengutip "penghancuran budaya" dan "pelecehan fisik, verbal, psikologis dan spiritual" pada anak-anak Pribumi selama beberapa dekade.

Dari akhir 1800-an hingga 1990-an, pemerintah Kanada mengirim sekitar 150.000 anak ke 139 sekolah tempat tinggal yang dikelola oleh Gereja Katolik, di mana mereka dipisahkan dari keluarga, bahasa, dan budaya mereka.

Banyak yang mengalami pelecehan fisik dan seksual, dan ribuan diyakini telah meninggal karena penyakit, kekurangan gizi atau penelantaran.

Sejak Mei 2021, lebih dari 1.300 kuburan tak bertanda telah ditemukan di lokasi bekas sekolah, mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Kanada, yang perlahan mulai mengakui babak panjang dan kelam dalam sejarahnya. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home