Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 21:42 WIB | Rabu, 22 April 2020

PBB: Akibat Pandemi, 265 Juta Hadapi Rawan Pangan Akut

Anak-anak di Yaman yang menerima manfaat dari bantuan pangan PBB. (Foto: dok. WFP)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut tahun ini diperkirakan 265 juta orang atau hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, karena kejatuhan ekonomi akibat COVID-19, kata Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengatakan pada hari Selasa (21/4).

Dampak dari hilangnya pendapatan pariwisata, dan remitansi akibat pembatasan terkait pandemi virus corona diperkirakan akan membuat sekitar 130 juta orang mengalami kelaparan berat tahun ini, menambah sekitar 135 juta yang sudah dalam kategori itu.

"COVID-19 berpotensi menjadi bencana besar bagi jutaan orang yang terkena dampak," kata Arif Husain, kepala ekonom dan direktur penelitian, penilaian dan pemantauan di WFP.

"Kita semua harus bersatu untuk menangani hal ini, karena jika tidak, risikonya akan terlalu tinggi, beban global akan terlalu tinggi: banyak yang kehilangan nyawa dan banyak, banyak lagi mata pencaharian yang hilang," katanya dalam briefing virtual dari Jenewa, Swiss.

Husain mengatakan bahwa sangat penting bertindak cepat untuk mencegah orang-orang yang sudah hidup pas-pasan, seperti penjual makanan di Kenya, menjual aset mereka, karena butuh waktu bertahun-tahun untuk menjadi mandiri lagi.

Dalam beberapa kasus, seperti ketika petani menjual bajak atau lembu mereka, itu bisa memiliki efek memukul produksi pangan tahun-tahun mendatang, tambahnya.

"Mereka adalah orang-orang yang kami khawatirkan; mereka yang baik-baik saja sebelum COVID-19 dan sekarang tidak," katanya, seraya menambahkan bahwa ia "sangat khawatir" tentang orang yang tinggal di negara dengan sedikit atau tanpa jaring pengaman pemerintah. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home