Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 08:18 WIB | Selasa, 10 Mei 2016

PBSI Masukkan Lindaweni Untuk Capai Target Emas Olimpiade

Ilustrasi: Pebulu tangkis putri yang akan berlaga di Piala Uber berfoto dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), hari Senin (9/5) di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Kabid Binpres PBSI), Rexy Mainaky, mengharapkan masuknya pebulu tangkis tunggal putri, Lindaweni Fanetri, akan membuat tim Olimpiade 2016 mampu memenuhi target di ajang empat tahunan tersebut.

“Kami berharap dengan adanya Linda (Lindaweni Fanetri, red) bisa berpengaruh untuk tim dan target dua emas tercapai,” kata Rexy kepada para pewarta dalam konferensi pers setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), hari Senin (9/5) di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.   

Rexy mengakui untuk tunggal putri pihak PBSI kebingungan memasukkan nama pebulu tangkis yang akan diberangkatkan ke Olimpiade yang akan berlangsung 5 sampai 21 Agustus 2016, di Rio De Janeiro, Brasil tersebut.

“Dalam penampilan di berbagai ajang Linda dan Febe (Maria Febe Kusumastuti, tunggal putri, red) sebenarnya hampir sama, tapi  dari segi peringkat dunia  Linda berada diatas Febe,” kata Rexy.

Rexy mengemukakan PBSI mengandalkan dua sektor yang paling berpeluang untuk memenuhi target medali emas yakni  ganda putra dan ganda campuran. “Namun tak menutup kemungkinan sektor tunggal putra, tunggal putri dan ganda putri membuat kejutan dan menyumbangkan medali,” dia menambahkan.

Rexy memaparkan di sektor ganda campuran Indonesia akan diwakili dua pasang pebulu tangkis yakni  Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Rexy menambahkan di sektor ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi andalan, sementara Tommy Sugiarto dipastikan menjadi andalan tunggal putra. “Di ganda putri, Greysia/Nitya (Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, red) menjadi andalan,” Rexy menjelaskan.

Kejuaraan lain  sebelum Olimpiade 2016

Rexy berpesan kepada para pebulu tangkis, baik yang akan berlaga di Piala Thomas, Piala Uber dan Olimpiade tetap menjaga kebugaran, karena masih ada beberapa ajang lain yang diikuti.

Rexy menambahkan selain Piala Thomas dan Uber, para pebulu tangkis Indonesia masih akan berpartisipasi di Kejuaraan Indonesia Open Super Series Premier akan digelar di Istora Senayan, Jakarta mulai dari Senin (30/5) sampai dengan Minggu (5/6).

Kemudian Kejuaraan Australian Super Series yang akan digelar mulai Selasa (7/6) sampai dengan Minggu (12/6) di Sydney Olympic Park Sport Centre, Sydney, Australia.

Olimpiade

Olimpiade, dalam catatan Wikipedia, merupakan ajang multi even olahraga  dunia yang digelar setiap empat tahun sekali. Cabang  bulu tangkis sempat menorehkan tradisi tambang medali emas bagi Indonesia, menurut situs resmi PBSI, beberapa pebulu tangkis legendaris yang pernah menyumbang emas di Olimpiade antara lain oleh Susi Susanti, Alan Budikusuma pada Olimpiade 1992 di Barcelona, kemudian pada Olimpiade  1996 di Atlanta, Amerika Serikat ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Soebagdja mampu mendulang emas.

Pada Olimpiade 2000 di Sydney, Australia kembali ganda putra bersinar meraih medali emas kali ini Tony Gunawan/Candra Wijaya yang mempersembahkan medali bagi Indonesia. Empat tahun kemudian (Olimpiade Athena tahun 2004)  tunggal putra Taufik Hidayat melakukan hal yang sama.

Tradisi emas dari cabang bulu tangkis bagi Indonesia terakhir kali diraih ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido pada Olimpiade 2008 di Beijing, Tiongkok. 

Pada Olimpiade 2012  di London, Inggris, para pebulu tangkis Indonesia mengalami penurunan prestasi karena tidak ada yang meraih medali.   

Berikut nama pebulu tangkis yang mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016:  Tommy Sugiarto, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad, Lilyana Natsir, Debby Susanto, Praveen Jordan, Lindaweni Fanetri.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home