Loading...
HAM
Penulis: Eben E. Siadari 10:11 WIB | Sabtu, 07 Januari 2017

Pembela HAM Kristen Sakit Kanker di Penjara Butuh Bantuan

Huang Yan, aktivis HAM yang telah banyak membantu umat Kristen dari penyiksaan pemerintah Tiongkok kini menderita kanker akibat perlakuan yang diterimanya ketika di penjara. (Foto: China Aid)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Seorang aktivis Tiongkok  yang dipenjara karena membela hak asasi manusia orang Kristen menderita kanker setelah ia dipukuli saat mengalami pendarahan akibat keguguran. Dia sekarang membutuhkan perawatan medis yang mendesak.

Huang Yan, 47, ditahan di Pusat Penahanan Shunde di Guangdong pada November 2015 atas tuduhan "sengaja menyebarkan informasi teroris" dan secara resmi ditangkap bulan berikutnya karena "menghalangi tugas-tugas publik."

Huang, pembela HAM umat Kristen yang selamat dari penyiksaan dan telah menyatakan dukungannya kepada pengacara HAM Gao Zhisheng, tidak diizinkan untuk menjalani perawatan atas kanker rahim yang dideritanya, menurut Radio Free Asia, bulan Juni tahun lalu.

Selama penahanan dirinya, Huang dibawa ke sebuah rumah sakit polisi militer untuk pengobatan. Dia ditahan dengan belenggu yang berat seberat 23 pon dan 15 pon, menyebabkan pergelangan kakinya berdarah dan dipotong menurut China Aid.

Pejabat  biro keamanan publik Tiongkok, menurut christiandaily.com, memukuli Huang pada tahun 2010 dan 2012, dan dia keguguran pada dua tahun itu. Dua kali keguguran dilaporkan menyebabkan kanker ovarium yang dideritanya.

Menurut Huang, staf medis di rumah sakit mungkin telah ditekan oleh pemerintah untuk menghalangi perawatannya karena hubungannya yang dekat dengan tokoh pembela HAM Kristen.

Wu Guisheng, suami Huang, mengatakan kepada RFA bahwa istrinya menerima pengobatan yang sangat buruk di rumah sakit polisi. Pengacaranya, Liu Zhengqing, mengatakan pihak berwenang juga telah menyita obat diabetesnya.

"Para dokter ingin melakukan operasi, tapi dia terlalu takut untuk menjalaninya di rumah sakit polisi," kata Wu kepada RFA dalam sebuah wawancara. "Dia ingin menunggu kapan dia diadili, tapi pengacaranya tidak bisa mendapatkan respon apapun."

Sampai sekarang, Huang berada di tempat yang aman dan mencari persetujuan untuk aplikasi visa medisnya ke Taiwan. Namun, dia masih membutuhkan bantuan keuangan untuk prosedur medis yang mendesak yang akan dia jalani. China Aid menerima sumbangan darurat untuk kebutuhan medis aktivis Kristen Tiongkok itu.


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home