Loading...
EKONOMI
Penulis: Kris Hidayat 16:36 WIB | Selasa, 19 November 2013

Pemerintah Danai Kilang BBM Rp. 90 Triliun

Suasana produksi minyak di Balongan Indramayu, Jawa Barat (Foto: Ant)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah menyatakan tetap akan mendanai pembangunan kilang pengolahan minyak mentah menjadi BBM berkapasitas 300.000 barel per hari senilai total Rp 90 triliun.Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro di Jakarta, Selasa (19/11), mengatakan pembiayaan akan melalui APBN dengan mekanisme tahun jamak (multiyears).

"Tetap, pemerintah akan mendanai (Rp 90 triliun). Sudah masuk (diputuskan)," katanya. Menurut dia, studi kelayakan pembangunan kilang APBN tengah berjalan. Studi dilakukan PT Pertamina (Persero). Pemerintah sudah mengalokasikan dana APBN 2013 senilai Rp 250 miliar untuk biaya studi kelayakan pembangunan kilang tersebut.

Di sisi lain, Edy mengatakan, pembangunan kilang dengan mekanisme Kemitraan Pemerintah dan Swasta (KPS) juga terus berjalan. "Kami harapkan kedua proyek kilang itu bisa berjalan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, lelang internasional proyek kilang dengan skema KPS akan dilakukan awal 2014.

Saat ini, pemerintah melalui Pertamina sedang menyiapkan studi kelayakan proyek kilang KPS. Dari studi kelayakan itu akan diketahui khususnya lokasi kilang. Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan (tax holiday) selama 10 tahun bagi pemenang lelang.

Kilang KPS dengan rencana kapasitas 300.000 barel per hari tersebut nantinya akan menjadi kilang yang dikelola asing.

Skema KPS merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur. Dengan skema KPS, maka proyek akan mendapat dukungan pemerintah untuk memperkecil risiko.

Dukungan pemerintah yang diberikan menteri/kepala lembaga/kepala daerah itu antara lain berupa penjaminan, insentif, dan regulasi. Pemerintah sudah membentuk tim percepatan pembangunan kilang yang beranggotakan lintas kementerian. Tim yang diketuai pejabat Kementerian ESDM beranggotakan antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, Kementerian PPN/Bappenas, dan PT Pertamina (Persero).

Pembangunan kilang mendesak dilakukan menyusul kebutuhan impor BBM yang terus meningkat, sehingga Indonesia mengalami defisit transaksi perdagangan. Saat ini, kebutuhan BBM mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari, sementara produksi dari kilang dalam negeri hanya 700 ribu barel per hari.

Secara total, Indonesia memiliki tujuh kilang yang seluruhnya dioperasikan Pertamina dengan kapasitas desain 1,1 juta barel minyak mentah per hari. Ketujuh kilang tersebut adalah Dumai Riau berkapasitas 170.000 barel per hari, Plaju Sumsel 118.000 barel, Cilacap Jateng 348.000 barel, Balikpapan Kaltim 260.000 barel, Balongan Jabar 125.000 barel, Kasim Papua Barat 10.000 barel, dan TPPI Tuban 80.000 barel. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home