Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 04:16 WIB | Minggu, 28 Februari 2021

Penyintas Kanker Tulang Akan Terbang ke Luar Angkasa

Hayley Arceneaux, asisten dokter berusia 29 tahun di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude dan penyintas kanker tulang anak, yang telah dipilih untuk misi bersejarah sipil Inspiration4 ke Luar Angkasa. (Foto: Reuters)

 

SATUHARAPAN.COM-Hayley Arceneaux, seorang yang selamat dari penyakit kanker tulang sangat senang bahwa dia bisa terbang ke luar angkasa.

Sebagai anggota kru di SpaceX Inspiration4, misi astronot komersial pertama di dunia ke orbit Bumi, Arceneaux berharap akan menjadi orang pertama yang pergi ke luar angkasa yang memakai alat bantu prothesis, dan dia dapat menginspirasi orang lain.

“Misi ini membuka perjalanan luar angkasa bagi siapa saja dan saya pikir misi ini akan memotivasi orang dan memberi mereka begitu banyak harapan,” kata perempuan berusia 29 tahun yang lincah itu.

Pada usia 10 tahun, dia didiagnosis dengan osteosarcoma, sejenis kanker tulang, dan dirawat di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Memphis, Tennessee.

Arceneaux menceritakan bagaimana dia menghabiskan tahun-tahun yang sulit, namun bermakna di rumah sakit menjalani kemoterapi, dan kemudian operasi yang mengganti bagian tulang pahanya dengan alat bantu prosthesis.

Dia memuji rumah sakit karena telah menyelamatkan hidupnya, dan sekarang bekerja di sana sebagai asisten dokter.

 

Hayley Arceneaux, penderita kanker tulang anak, tersenyum dalam foto tak bertanggal selama perawatannya di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Memphis, Tennessee, AS. (Foto: dok. Reuters)

 

SpaceX, yang dimiliki oleh pendiri Tesla Elon Musk, menargetkan misi empat orang untuk kuartal keempat tahun 2021 dan diharapkan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida. Penerbangan akan dipimpin oleh Jared Isaacman, CEO perusahaan teknologi pembayaran Shift4Payments, yang memilih Arceneaux.

Berbeda dengan penerbangan NASA dan SpaceX yang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang ini akan mengelilingi bumi selama beberapa hari, selama waktu itu Arceneaux mengatakan dia mengharapkan untuk berpartisipasi dalam eksperimen sains. 

Prostesisnya biasanya menghalangi seseorang untuk lulus ujian medis yang ketat sebagai astronot, tetapi tidak ada persyaratan seperti itu untuk penerbangan pribadi. Arceneaux mengatakan, dia tidak takut dan telah diizinkan secara medis untuk perjalanan itu.

Mendorong anak-anak di rumah sakit St. Jude adalah yang pertama di benaknya ketika Arceneaux ditanyai apa yang mungkin ingin dia capai di luar angkasa. "Kami akan mencoba membuat panggilan video dengan anak-anak St. Jude," katanya. “Saya berharap mereka bisa melihat saya di luar angkasa, dan benar-benar menunjukkan kepada mereka seperti apa masa depan mereka.

"Saya pasien St. Jude pertama yang pergi ke luar angkasa, penderita kanker anak pertama, tapi saya tahu saya tidak akan menjadi yang terakhir," tambahnya bersemangat. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home