Loading...
FOTO
Penulis: Sabar Subekti 12:03 WIB | Jumat, 10 September 2021

Pertama, Peta Global Terumbu Karang

Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Foto Agustus 2018 dari Allen Coral Atlas, ikan berenang di terumbu karang di Rongelap Atoll di Kepulauan Marshall. (Foto: Greg Asner/Allen Coral Atlas via AP)
Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Foto Agustus 2018 yang disediakan oleh Allen Coral Atlas, seekor hiu berenang di terumbu karang di Ailinginae Atoll di Kepulauan Marshall. (Foto: Greg Asner/Allen Coral Atlas via AP)
Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Foto Desember 2019 yang disediakan oleh Allen Coral Atlas, Alexandra Ordonez Alvarez, dari University of Queensland, mengumpulkan data georeferensi di Ashmore Bank Great Barrier Reef di Australia. (Chris Roelfsema/Allen Coral Atlas via AP)
Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Tangkapan layar 1 September 2021 yang disediakan oleh Allen Coral Atlas menunjukkan peta Great Barrier Reef di Australia. (Allen Karang Atlas via AP)
Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Foto 13 September 2019, Greg Asner, direktur pelaksana Allen Coral Atlas di Center for Global Discovery and Conservation Science Arizona State University, meninjau data suhu laut di labnya di pantai barat Big Island dekat Kapten Cook, Hawaii. (Foto: dok. AP/Caleb Jones)
Pertama, Peta Global Terumbu Karang
Foto 13 September 2019, Greg Asner, kiri, direktur pelaksana Allen Coral Atlas di Center for Global Discovery and Conservation Science di Arizona State University, bersiap untuk menyelam di terumbu karang di lepas Big Island dekat Kapten Cook, Hawaii. (Foto: dok. AP/Caleb Jones)

HONOLULU, SATUHARAPAN.COM-Para peneliti telah menyelesaikan peta online yang komprehensif tentang terumbu karang dunia. Ini adalah peta global pertama dan dibuat dengan menggunakan lebih dari dua juta citra satelit dari seluruh dunia.

Nama peta itu Allen Coral Atlas, dinamai demikian setelah salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, akan bertindak sebagai referensi untuk konservasi terumbu karang, perencanaan kelautan, dan ilmu karang saat para peneliti mencoba menyelamatkan ekosistem yang rapuh yang hilang akibat perubahan iklim.

Kelompok tersebut mengumumkan penyelesaian atlas pada hari Rabu (8/9) dan mengatakan bahwa ini adalah peta global pertama dengan resolusi tinggi dari jenisnya. Ini memberi pengguna kemampuan untuk melihat informasi rinci tentang terumbu lokal, termasuk berbagai jenis struktur bawah laut seperti pasir, batu, lamun dan, tentu saja, karang.

Peta, yang mencakup area hingga kedalaman 50 kaki (15 meter), digunakan untuk menginformasikan keputusan kebijakan tentang kawasan lindung laut, perencanaan tata ruang untuk infrastruktur seperti dermaga dan tembok laut dan proyek restorasi karang yang akan datang.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home