Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 11:58 WIB | Jumat, 14 Oktober 2016

PM: Putra Mahkota Thailand Minta Penundaan Penobatannya

Seorang perempuan memegang foto Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Siriraj Hospital, tempat sang raja dirawat, di Bangkok, 13 Oktober 2016. Rakyat masih berkumpul di luar rumah sakit tersebut untuk mendoakan sang raja pascameninggalnya tokoh yang telah mempersatukan bangsa tersebut. (Foto; AFP)

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin junta Thailand, hari Kamis malam (13/10), mengatakan putra mahkota negeri gajah putih meminta penundaan penobatan dirinya sebagai raja baru Thailand menyusul kemangkatan sang ayah Raja Bhumibol Adulyadej.

“Beliau meminta waktu untuk mempersiapkan proses hukum bagi penobatan beliau sebagai raja pada waktu yang tepat,” ujar Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha kepada para wartawan di kantor perdana menteri usai melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn.

Prayut menambahkan bahwa putra mahkota meminta “waktu untuk melakukan persiapan dan mengungkapkan rasa dukacita bersama rakyat Thailand” atas kemangkatan sang raja.

Vajiralongkorn (64) menjadi putra mahkota sejak 1972.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional usai kemangkatan Bhumibol, Prayut menegaskan bahwa Vajiralongkorn merupakan penerus sang raja.

Bhumibol dinobatkan sebagai raja pada hari yang sama saat kakaknya meninggal pada 1946.

Parlemen Thailand menggelar sidang darurat pada Kamis malam, yang diperkirakan akan menghasilkan keputusan untuk menetapkan putra mahkota sebagai raja baru.

Namun, sidang berakhir setelah pernyataan singkat diumumkan mengenai kemangkatan Bhumibol dan mengheningkan cipta selama sembilan menit digelar untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang raja yang bergelar Rama IX. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home