Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:36 WIB | Jumat, 02 Oktober 2020

Prancis Tuduh Turki Kirim Tentara Bayaran Suriah Bertempur di Nagorno-Karabakh

Anggota militer Azerbaijan mengendarai kendaraan lapis baja di kota Baku, Azerbaijan. (Reuters)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Prancis menuduh Turki mengirim tentara bayaran Suriah untuk bertempur dalam konflik Nagorno-Karabakh, dan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Rusia untuk mencapai gencatan senjata antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia.

Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat adalah ketua bersama dari Kelompok Minsk Organisasi untuk Kerja Sama dan Keamanan (OSCE), yang dibentuk pada tahun 1992 untuk menengahi resolusi damai atas Nagorno-Karabakh di Kaukasus Selatan.

Kelompok itu belum bertemu atau mengirimkan pernyataan bersama sejak bentrokan baru dimulai hari Minggu (27/9) lali di daerah pegunungan yang berada di dalam Azerbaijan, tetapi diperintah oleh etnis Armenia dan memisahkan diri dalam perang 1991-94.

"Presiden (Emmanuel) Macron dan (Vladimir) Putin sepakat tentang perlunya upaya bersama untuk mencapai gencatan senjata dalam kerangka Minsk," kata kantor Macron dalam sebuah pernyataan, hari Kamis (1/10) setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon.

"Mereka juga menyampaikan keprihatinan terkait pengiriman tentara bayaran Suriah oleh Turki ke Nagorno-Karabakh."

Macron, yang telah terlibat perang kata-kata dengan Presiden Turki, Recap Tayyep Erdogan, selama berbulan-bulan, mengatakan pada hari Rabu bahwa Ankara bertindak dengan cara "suka berperang".

Kementerian luar negeri Rusia pada hari Rabu (30/9) mengatakan, pejuang Suriah dan Libya dari kelompok bersenjata ilegal telah dikirim ke wilayah Nagorno-Karabakh.

Rusia memiliki pangkalan militer di Armenia dan menganggapnya sebagai mitra strategis. Sementara Prancis memiliki sekitar 600.000 orang warganya dari etnis Armenia.

Duta Besar Armenia untuk Moskow mengatakan pada hari Senin (28/9) bahwa Turki telah mengirim sekitar 4.000 pejuang dari Suriah utara ke Azerbaijan dan bahwa mereka bertempur di sana, sebuah pernyataan yang dibantah oleh seorang pembantu presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dan pemerintah Turki. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home