Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 13:50 WIB | Jumat, 23 Oktober 2015

RRT Menyatakan Keprihatinan Penembakan Tragis di Cebu

Ilustrasi: Kepolisian Filipina melakukan olah tempat kejadian perkara pada Restoran Lighthouse di Cebu, Filipina. (Foto: scmp.com).

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyatakan keprihatinan atas terjadinya peristiwa penembakan di sebuah restoran bernama Lighthouse di Cebu, Filipina.

“Kami sangat sedih tentang kejadian itu. Kami masih menyelidiki alasan dan situasi di balik itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying pada konferensi pers reguler di Beijing, hari Jumat (23/10).

Hua menegaskan dua diplomat Tiongkok tewas dan lainnya terluka dalam penembakan tersebut. Selain itu Hua menyatakan Tiongkok meminta Pemerintah Filipina untuk membuat kekebalan diplomatik bagi staf konsulernya yang ada di Filipina, apalagi setelah insiden penembakan yang terjadi di Restoran Lighthouse di Cebu, Filipina.

Niu Zhongjun, guru besar di Universitas Luar Negeri Tiongkok menyebutkan para pejabat konsuler Tiongkok yang ada di Filipina berhak atas kekebalan, terlepas dari posisi resmi mereka. "Imunitas adalah bentuk penghormatan dari negara penerima," kata Niu.

Penembakan tersebut terjadi antarsesama diplomat Tiongkok yang tinggal di Filipina. Konsul Jenderal Song Ronghua, yang ditembak di leher, dalam kondisi stabil. Dua diplomat tewas dalam serangan itu adalah Wakil Konsulat, Sun Shan, dan petugas keuangan Konsulat Jenderal, Li Hui. Kepolisian setempat menyatakan setidaknya salah satu dari dua tersangka juga seorang diplomat Tiongkok.

Seorang penyidik mengatakan bahwa jenazah salah satu diplomat Tiongkok yang meninggal dunia tersebut dapat teridentifikasi. Diplomat tersebut meninggal dunia karena terkena peluru yang memantul dan melukai tulang belakangnya.

Dua pegawai Konsuler Tiongkok di Filipina yang dijadikan tersangka bernama Guo Jing, bagian visa konsul, dan suaminya, Li Qingliang yang telah dibawa ke tahanan.

Seorang pejabat senior Pemerintah Filipina mengatakan Pemerintah Tiongkok meminta kekebalan diplomatik. Pejabat itu, yang minta tidak disebutkan namanya, mengatakan kekebalan diplomatik penuh berarti mereka kebal dari penangkapan, penuntutan, dan penahanan, berdasarkan Konvensi Wina.

Konvensi Wina adalah konvensi yang memuat perjanjian internasional tentang tugas, fungsi dan jabatan diplomat konsuler.   

Tiongkok dan Filipina telah sepakat pada 2009 untuk memperluas Konvensi Wina, dan memberi kekebalan penuh bahkan pejabat konsuler kedua negara. 

Saat peristiwa penembakan terjadi tak satu pun dari korban setuju untuk dimintai keterangan oleh polisi dan dua jenazah belum diotopsi karena tidak ada izin dari kerabat dekat. 

Saat peristiwa tersebut terjadi tidak ada kamera pengawas (CCTV) di dalam ruang makan utama, kata penyidik kepolisian. Sebuah saksi mata yang melihat dari luar ruang makanan melihat ada perempuan berjalan dan menembakkan senjata dari belakang ke arah seseorang, dan target tersebut jatuh di lantai. (scmp.com).  

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home