Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 12:10 WIB | Kamis, 24 Agustus 2023

Rusia Serang Pelabuhan Izmail, Ukraina, Hancurkan 13.000 Ton Biji-bijian

Gudang gandum yang rusak berat akibat serangan drone Rusia terlihat di kompleks pelabuhan di Danube, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Odesa, Ukraina, pada 16 Agustus 2023. (Foto: dok.Reuters)

KIEV, SATUHARAPAN.COM-Serangan pesawat tak berawak Rusia di pelabuhan Izmail di Sungai Danube di Ukraina selatan pada hari Rabu (23/8) menghancurkan 13.000 ton biji-bijian, kata Wakil Perdana Menteri Ukraina, Oleksandr Kubrakov.

Ini adalah serangan kesekian kali Rusia terhadap upaya ekspor biji-bijian mengatasi krisis pangan global, setelah Rusia keluar dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang dimediasi PBB dan Turki.

Kubrakov mengatakan melalui aplikasi pesan Telegram bahwa kapasitas ekspor pelabuhan telah berkurang sebesar 15 persen akibat serangan semalam, dan menambahkan: “Rusia secara sistematis menyerang silo dan gudang gandum untuk menghentikan ekspor pertanian.”

Rusia tidak segera mengomentari serangan semalam tersebut.

Sebelumnya pada hari Rabu, militer Ukraina dan otoritas lokal mengatakan bahwa Rusia menargetkan pelabuhan Ukraina di wilayah selatan Odessa dan wilayah Sungai Danube dalam serangan, menyebabkan setidaknya satu fasilitas penyimpanan biji-bijian terbakar.

Serangan tersebut adalah yang terbaru yang dilakukan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan di Danube, yang digunakan Ukraina untuk memindahkan gandum ke pelabuhan Constanta di Rumania, sejak Moskow menarik diri dari perjanjian yang ditengahi PBB yang mengizinkan Kiev mengirimkan gandum melalui Laut Hitam.

“Musuh menyerang fasilitas penyimpanan biji-bijian dan kompleks produksi serta transshipment di wilayah Danube. Kebakaran terjadi di gudang dan dengan cepat dapat diatasi. Petugas pemadam kebakaran terus bekerja,” kata militer Ukraina dalam sebuah postingan di aplikasi pesan Telegram.

Militer menerbitkan foto-foto yang menunjukkan tumpukan biji-bijian di bawah cangkang fasilitas penyimpanan yang terbakar dan hancur.

Gubernur Odesa, Oleh Kiper, mengatakan serangan di wilayah tersebut berlangsung selama tiga jam dan angkatan udara Ukraina telah menghancurkan sembilan drone Rusia.

“Sayangnya, terjadi kerusakan pada kompleks produksi dan transshipment sehingga terjadi kebakaran… Kerusakannya termasuk fasilitas penyimpanan biji-bijian,” kata Kiper melalui Telegram.

Pertahanan udara Ukraina mengatakan pada hari Rabu malam bahwa mereka telah menembak jatuh 11 dari 20 drone yang diluncurkan Rusia semalam.

Sumber industri mengatakan bahwa pelabuhan Danube di Ukraina adalah target utama. Ukraina mengoperasikan dua pelabuhan utama di Danube: Izmail dan Reni.

Pelabuhan Danube menyumbang sekitar seperempat ekspor biji-bijian Ukraina sebelum Rusia menarik diri dari perjanjian untuk menyediakan jalur yang aman bagi ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam pada bulan Juli.

Pelabuhan-pelabuhan tersebut kemudian menjadi jalur keluar utama, dan gandum juga dikirim dengan tongkang ke pelabuhan Constanta di Laut Hitam Rumania untuk pengiriman selanjutnya.

Harga gandum global naik awal bulan ini, ketika Rusia menyerang Izmail, pelabuhan utama Ukraina di seberang Sungai Danube dari Rumania, dan pelabuhan Reni. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home